Kenapa Generasi Milenial Begitu Lengket dengan Gadget?

Mungkin saya dan  sebagian besar ibu-ibu sekarang banyak yang heran ya, kenapa sih anak-anak kekinian begitu tergila-gila dengan gawai?

Rasanya memang bukan pemandangan aneh lagi, kids zaman now begitu lihai mengoperasikan gawai. Bahkan kadang kemampuan dan kecepatan mereka menyerap pengetahuan tentang ini, bisa melebihi orang tuanya sendiri.

Mau buka aplikasi belanja dan  daftar lapak daring aja emaknya masih terbata-bata, mereka sudah lebih dulu  melesat mengunduh beragam permainan, video serta mengutak-atik macam-macam aplikasi  bawaan yang tersedia di smartphone.

Saya pernah menemukan seorang anak sedang sendiri dan menangis tersedu-sedu. Saya pikir ia sedang sedih karena dimarah sang ibu. Selidik punya selidik, oh rupanya ia berurai air mata karena HP yang ia pegang tak ada kuota. Wkwkwk

Saat mengikuti kajian di mesjid perumahan, saya menemukan  sedikit jawaban  lewat cerita ustad yang mengisi kajian.

Kata beliau, dulu saat dunia kita belum semarak dengan kehadiran gawai dan media sosial, ketika anak kita lahir yang dilakukan pertama kali adalah mengazankan dan mendoakan sang bayi. Setelahnya paling banter digendong, dicium, dan dipandangi.

Sekarang, begitu anak terlahir ke dunia, hal pertama yang kebanyakan dilakukan oleh orang tuanya apa coba? Ada yang bisa nebak???

Yep, tak  lain dan tak  bukan --meski enggak semua berlaku demikian ya--orang tuanya sibuk memotret atau merekam sang buah hati dengan ponsel pintar yang selalu stand by di tangan. Kadang meski si bayi dalam keadaan belum dimandikan, sang ortu sudah tak sabar untuk mengunggah penampakannya di sosial media.

Jadi, wajar saja jika anak-anak kita begitu kecanduan dengan gawai. Sebab sejak awal terlahir ke dunia, gawai sudah terkoneksi dengan dirinya melalui perantara ayah-bunda. Hal pertama yang ia dengar adalah jepretan kamera ponsel. Bukan suara bunda yang menenangkan  atau alunan suara ayah yang mengazankan.

Issh... ini kan momen paling berkesan. Harus diabadikan dong! Gimana sih?

Yep! Benar. Tulisan ini bukan untuk men-judge tindakan yang ayah bunda lakukan ya? Cos saya juga sering melakukan itu kok. Dikit-dikit jepret. Dikit-dikit unggah. Susah jauh dari HP🙈

Hanya sebagai pengingat dan perenungan saja bahwa kalau seandainya sekarang kita merasa frustrasi dengan tingkah buah hati yang begitu mencandui gawainya, bisa jadi itu adalah efek dari perbuatan kita juga.😳

Kadang sikap superior sebagai ortu, kita sering mendudukkan  anak di posisi yang selalu salah. Padahal tak menutup kemungkinan, justru perilaku kitalah sebagai pencetus utamanya. Entah disadari atau tidak.

Jadi, sekarang kalau melihat anak begitu mencintai gadget-nya, sebaiknya kita juga harus instrospeksi ya, Ayah Bunda! Bagaimanalah mereka tak kecanduan gawai jika melihat orang tuanya pun demikian adanya.

Ortu zaman now kalau diberi dua pilihan, suruh milih enggak punya jajanan atau enggak punya kuota? Bisa  jadi banyak yang mikir, lebih baik enggak jajan daripada enggak punya kuota.

Betul tidak?🙊🙊🙊

Gang Pinus, Oktober 2018

*Sumber  foto: motherandbaby.co.id

Komentar

Posting Komentar

Komen aja, jangan malu-malu! ^_^

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik