Tips Jadi Kaya dengan Sendok, Gelas dan Ember

Saat buka FB, saya diingatkan kembali dengan status beberapa tahun lalu. Tentang air di sendok, gelas dan ember. Segelas air jika dituang di sendok, ia akan luber. Sebaliknya, air akan tampak sedikit sekali jika kita menaruhnya di ember.


Saat itu saya sedang memotivasi diri sendiri untuk tak terlalu mengeluh
saat  kekurangan. Berusaha menerapkan kata 'cukup' setiap kali tergoda mengejar materi duniawi berlebihan.

Saat merasa cukup, tanpa gelimang harta pun kita sudah merasa kaya. Mirip air di gelas yang dituang ke sendok tadi. Sampe tumpeh-tumpeh!๐Ÿ˜…

Namun, jika hati tak kunjung tercukupi, harta sebanyak apapun takkan pernah memuaskan dahaga kita akan  kilaunya materi dunia. Persis air gelas yang dituang ke ember tadi. Terlihat sedikit, tak kunjung penuh dan selalu saja kurang.๐Ÿ˜ฉ

Tak salah menjadi kaya. Bahkan sebagian orang menganjurkan demikian. Muslim kaya lebih punya banyak kesempatan untuk memberi manfaat pada orang lain dibanding muslim yang serba terbatas.

Hanya saja kadang kekayaan  mudah sekali membuat kita lupa segala. Saat bersepeda sedekahnya 2 ribu. Sudah punya motor sedekahnya naik 5 ribu. Pas udah bermobil masak sedekahnya stag di nominal 10 ribu sih? Harusnya kan di atas 100 ribu, ya tidak?๐Ÿ˜†

Ah, nyinyir luh! 
Yang penting kan gue ikhlas sedekahnya!

Ya iyalah ikhlas, wong cuma 10 ribu!
Hihihi...
*lalu saya ditimpuk pake onde-onde sekwintal๐Ÿ™ˆ

Jadi, masih merasa belum cukup kaya? Terapkan dan hayati filosofi air dalam gelas tadi. Tinggal pilih, airnya mau dituang ke sendok atau ember. Kalau pilih ember, sampai cacing di kaleng sarden beranak secara caesar juga kita akan tetap merasa kekurangan dan tak pernah jadi horang kayah๐Ÿ˜…

Hegas, 02 April  2018

*ditulis sambil memandangi tumpukan jemuran dan cucian yang terabaikan selama tiga hari๐Ÿ˜‚๐Ÿ™ˆ



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik