Ketika Saya tak Hafal Mars Kabupaten Bekasi!


Pukul 04.00 alarm berbunyi. Subuh belum menjelang. Saya langsung kasak-kusuk di dapur. Memblender daun pandan, menguleni  dan membulatkan adonan hingga membuat kuahnya. 

Materi Teknologi Pengemasan Produk Pangan oleh Bunda Amalia, ST, M.si

Santan di panci sudah mendidih meski belum mengental saat adzan Subuh berkumandang. Tanggung ah.
Dikiit lagi! Beberapa menit kemudian urusan di dapur beres. Setelah tes rasa dan segala macam, saya langsung mandi, sholat dan bersiap-siap sambil menunggu santan  dan bola-bola hijau tadi dingin untuk kemudian dikemas di mangkok.  Rencana saya bawa lima porsi.



Hari ini saya mengikuti Pelatihan Teknologi Pengolahan Pangan yang diadakan oleh Dinas Perindustrian Kab. Bekasi. Peserta yang hadir wajib membawa sampel produk makanan yang sudah/akan dijual. 

Saya memutuskan untuk membawa kuliner khas Sambas, yakni Dokok-dokok Berendam. Alasannya pertama, biar nggak ada saingannya gitu😂 Yang kedua, tentu saja ini kesempatan saya untuk mengenalkan dan mempromosikan kuliner khas dari daerah sendiri pada peserta lain😊

Sekitar pukul 06.30 saya dan teman sekaligus my neighbour next door (halaah😂), Mbak Nita, langsung cuz berangkat. Sebelum ke lokasi, kami stand by dulu di Al-Azhar untuk mengantar putra-putrinya, Zidan dan Zizie, ke sekolah. Sambil menunggu satu personil lagi merangkap teman baru saya, Mbak Chandra yang hangat dan ramah.

Saat tiba, Mbak Chandra rupanya belum bikin stiker untuk produk yang ia bawa, yakni bawang goreng kemasan ekonomis. Kami segera berangkat namun mlipir dulu ke Snapy Digital Printing, di Ruko Roxy Cikarang Baru.

Masuk ke Snapy, saya langsung ingat buku nonfiksi anak yang sudah saya susun beberapa minggu belakangan. Tiga eksemplar buku kemarin sudah selesai dicetak dengan bantuan  seorang senior FLP. Beliau minta diingatkan  agar bukunya dikirim hari ini. Saya langsung mengirim pesan chat padanya. Ketak-ketik bentar, done!

Setelah stiker Mbak Chandra beres, kami mlipir untuk yang kedua kali. Kali ini gegara urusan kampung tengah yang menuntut minta diisi. Jadilah kami menikmati Soto Kudus tak jauh dari situ sambil membunuh waktu.

Kelar sarapan, jam di tangan sudah menunjukkan hampir pukul setengah sembilan. Aihhh, padahal acaranya pukul 08.00 pagi. Gimana iniih?

"Biarin aja, Mbak. Paling juga belum mulai. Kayak kita kemarin datang sesuai jadwal, malah belum ada siapa-siapa," begitu kira-kira redaksi ucapan Mbak Chandra. Okelah, kalau begitu.

Beruntung jalanan lancar, tak sampai sepuluh menit kami sudah tiba di Hotel Grand Cikarang, Jababeka 1. Langsung 'ngeloyor' ke ruangan yang ditentukan. Setelah mengisi daftar hadir dan menerima atribut peserta pelatihan berupa baju, dan ransel, kami segera memasuki ruangan yang hampir penuh oleh peserta. 

Tak lupa saya dikenalkan dengan Bu Tio, seorang yang dilimpahi amanah untuk menghelat serta bertanggung jawab dalam acara ini. Beliau mompreneur yang salah  satu usahanya adalah mengolah berbagai jenis makanan dan minuman berbahan dasar kedondong.

Eitt, sebelum mulai, peserta yang baru datang diminta untuk mengenakan atribut yang sudah dibagikan di pintu masuk tadi, yakni baju seragam putih mirip jas dokter. 

Pukul sembilan kurang dua menit acara pun dibuka dengan berturut-turut menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne dan Mars Kabupaten Bekasi.

Meski sudah disediakan teks di layar proyektor di depan sana yang kadang terbaca kadang enggak😂, jujur sebenarnya saya kurang hafal nada dari dua lagu terakhir.  Mendengar lagu itu cuma saat Nay masih kelas 4 atau 5 SD kalau tidak salah. Saya komat-kamit aja ikut-ikutan😂🙈

Berbanding terbalik dengan Mba Nita di sebelah saya yang terdengar begitu hafal teksnya di luar kepala. Wuiih...keren! Hafal euy, saya terkagum-kagum dalam hati. Tapi pas nengok, eh rupanya dia sedang khusyuk menunduk sambil melihat contekan syair lagu-lagu tersebut di layar HP-nya😂 Yeaah, Big thanks, Om Google😂

*Next post, saya  share materinya sekilas ya😉

Ditulis di sela kantuk
Hotel Grand Cikarang, 26 Maret 2018








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik