Dear Emak-Emak Ber-matic!

Jujur, untuk satu  hal ini perasaan sedikit gado-gado meski sama-sama berlabel emak-emak. Ketemu ibu-ibu naik motor matik yang seenaknya berkendara di jalan raya tetap saja bikin gemes tingkat Bimasakti.


Saya sendiri butuh waktu lama untuk berani bawa kendaraan roda dua ke luar jalan kompleks. Jadi minoritas itu nggak enak, bray!
Karena speed yang terlalu pelan cos sedang santai, pengendara lain justru malah terganggu dengan kehadiran emak-emak bermotor lelet macam
saya. Mungkin karena mereka buru-buru jadi ngeliat yang lemot-lemot di jalan jadi nggak sabaran😂

Serba salah kan? Ada emak-emak motoran ngebut diviralkan. Giliran kita sudah patuh dan pelan-pelan dianggap sebagai penghalang yang patut disingkirkan😢

Kembali ke emak-emak naik matik yang serampangan tadi. Saya pikir, harus ada orang yang bertanggung jawab atas maraknya fenomena pelanggaran berkendara berskala global yang mereka lakukan seperti sein kiri belok kanan yang viral itu.

Meski dianggap lucu-lucuan di dunia semesta netijen, tetep saja batin teriris kalau melihat meme-meme yang seliweran di medsos. Secara saya juga kan emak-emak bermatic. Feeling hurt jugalah melihat sesama emak dibully di dunia maya😣

Yang harus dimintai pertanggungjawaban menurut saya adalah lelaki terdekat. Entah suami, bapak, kakak atau anak lelakinya. Jika tak punya, berarti yang bertanggung jawab adalah orang yang mengajarinya naik kendaraan roda dua. 

Kenapa tak diinformasikan tentang rambu-rambu lalu lintas yang harus dipatuhi dan  tata cara berkendara sebelum melepas mereka ke jalan raya? 

Mungkin bagi mereka, sekadar bisa mengoperasikan kendaraan bermotor saja sudah cukup. Tak perlu dibekali dengan tetek bengek peraturan lalin yang sangat dasar seperti penggunaan lampu sein yang benar misalnya.

"Tapi emak-emak itu ada yang belajar motor sendiri loh!"

Trus? Meskipun otodidak, apakah harus abai dengan  aturan keselamatan  di jalan  raya?

Mak-mak cantik, ingat ya, di jok belakang motormu itu ada anak sendiri. Kadang nebeng pula keponakan dan anak orang lain. Janganlah karena ketidaktahuan kita tentang aturan berkendara di jalan raya membuat mereka jadi celaka.

Anak celaka di tangan  orang lain aja kita nggak rela. Apalagi kalau sampai buah hati cedera akibat ulah kita, ibunya sendiri. Bakal jadi penyesalan seumur hidup ituuh!🙈

Jarak dekat jarak jauh, tetap utamakan keselamatan. Banyak tanya atau banyak baca. Toh, hari gini informasi tentang apa pun bisa diklik dengan satu jari.

Dengan begini, moga saja fenomena emak bermatic yang jalan seenaknya di jalan raya bisa dikurangi populasinya. Minimal anekdot atau meme yang bersifat lucu-lucuan namun bikin berdarah itu bisa diganti dengan lebih elegan lah ya?
Contohnya?
Misal gini, "Meski jalanan lengang, seorang ibu tetap mengendarai motor matiknya dengan kecepatan 30 km/jam. Ia tak  tergoda untuk menyalip truk atau angkot yang berjalan di depannya hingga sampai di tujuan."

Eh, gak berani nyalip? Itu mah saya ding!🙈😂

Hegas, Januari 2018



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik