Cernak yang Susah-Susah Enak

Melihat banyaknya event lomba dan maraknya penerimaan naskah khusus bacaan anak belakangan ini, lumayan bikin saya mupeng. Ingiiiin sekali  nulis cernak tapi ilmunya masih nol koma sembilan. Apalagi kudu ada panduan ilustrasi gitu. Hadeuh ... dari SD juga kalo disuruh gambar pasti keluar lukisan gunung dempet yang di tengahnya ngintip matahari terbit, udah. Diponten 6,5 doang girangnya bukan main😁

Bikin cerita anak sambil momong anak orang 😂

Ini di luar renjana saya sebenarnya. Saya terbiasa bikin cerita pendek untuk kategori pembaca remaja ke
atas yang terinspirasi cerita sehari-hari--dan anehnya lebih nyaman dinikmati sendiri (atau teman-teman yang berkenan membaca) cos cuma disimpan di lepi. Naskah-naskah itu hanya diedit, baca, edit, hapus, edit, baca, edit, hapus lagi. Gituuuu aja terus dari tahun 2011😩🙈.

Abis kalau dikirim ke media, takut nembus sih 😜#eitsdilarangmuntah😂
Katanya kudu pakai yang bersayap ya biar nggak nembus?🙊

Bikin cernak? Menurut saya susah-susah enak. Bahasanya harus bahasa anak-anak alias jangan pakai kalimat-kalimat berat. Kalau berat takut nggak kuat. Cukup Dilan saja. Lagipula saya bukan Milea😩

Tambahan lagi, saya sudah lupa bagaimana jadi anak-anak karena sudah melesat jauh dari masa kanak-kanak dan malah sudah berhasil punya anak😆

Mau riset sendiri, kids zaman now bahasanya ajaib-ajaib. Baru kelas tiga SD aja udah bilang gini ke teman perempuannya.
"Bunda, Ayah main kelereng dulu ya?"
"Ya, Ayah. Pulangnya jangan sore-sore, loh! Kita ada jadwal main engklek jam 4!"

Aihh, tolong!🙈

Tapi kalau nggak nyoba kapan bisanya. Ya, kan?

Sebenarnya di kelas cerpen FLP Bekasi ada materi membuat cerpen anak. Hanya saja kelasnya nggak detail karena harus ngejar materi jenis cerpen yang lain sesuai kurikulum. Kalau nggak dikejar nanti telat. Kalau sudah telat, siapa yang mau tanggung jawab coba? 😆 #nasimananasi😩

Nah, kebetulan banget nih FLP bikin kelas cernak. Saya nggak bisa nahan untuk nggak ikutan. Kenapa? Putri saya suka baca. Keponakan krucil-krucil melimpah ruah. Rasanya sayang sekali jika kesempatan mendapat ilmu bikin cernak dari mastah-mastah ini terlewatkan. Kata Sheila on 7 juga yang terlewatkan itu cukup sang mantan. Eaaaaaak😝

Niatnya nggak muluk-muluk sih. Setelah ini, mungkin ilmunya bisa secepatnya diterapkan agar jadi tulisan. Ide di kepala terlalu banyak, bikin sakit kepala, kadang sampai tumpeh-tumpeh berupa iler (ini mah efek kebanyakan molor cyin😂)

Pengennya tuh bisa bikin kumpulan cerita anak karya sendiri yang bisa dibukukan dan dibaca keponakan, juga bisa disebar buat anak-anak di lingkungan rumah maupun sekolah. 

Subhanallah, mulia banget ya cita-cita saya, ihihihi. Like dan aamiinkan ya, gaess?  Mudah-mudahan pada masuk surga tanpa hisab dan tanpa ninggalin catatan utang (ke sayahh)😇 

Mungkin kalau tantenya yang nulis, siapa tau mereka jadi lebih semangat baca bukunya😍 Atau jangan-jangan malah semangat nyoret dan nyobek-nyobek isinya ya?🙈😂

Kuy ah! Belajar nulis cerita anak yang enak😉

Hegas,  06 Februari 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik