Pillowtalk, Curhat dan Ember

Sekilas mungkin Anda bingung dengan judul yang dirasa kurang nyambung. Tapi percayalah, syarat ketersambungan akan terpenuhi setelah Anda tuntas membaca tulisan ini!😆 

Sebelum tidur, saya dan suami biasa ngobrol dulu.  Sekadar membicarakan random things yang terjadi hari itu. Meski kenyataannya kadang nggak seindah bayangan. Judulnya iya pillowtalk. Kita udah khusyuk ngoceh, eh si dia juga ikutan khusyuk ngorok! Zebel!😑

Saya maafkan dia setelah satu cubitan melayang di pipinya. Tak apa. Kadang kita curhat pun sekadar ingin didengar kok. Nggak butuh selalu dikomen atau dikasih masukan juga. 

Lain halnya jika sedang membahas satu masalah yang membutuhkan nasihat solutif dari suami, tentang
bagaimana saya harus bersikap atau mengambil suatu keputusan maha besar dalam hidup dan rumah tangga kami misalnya (*halah, emak2 sok penting😂)

Kesetaraan dominasi dialog saya tuntut seideal mungkin kalau sudah begini😅 Jangan sampai ditinggal ngorok lagi🙈

Terlepas dari sesi pillowtalk yang kebanyakan failed😂 bagi saya, curhat teraman tuh emang dengan pasangan. Sebesar apa pun keluhan atau rahasia yang kita beberkan padanya, potensi hal tersebut untuk menguar ke ruang publik itu kecil sekali. Mungkin karena suami saya tipe yang tak banyak bicara ya? Jadi nya have no insecure feeling.

Eh, tapi tak menutup kemungkinan semua info yang Anda katakan pada suami saat sesi pillowtalk tadi, bisa jadi konsumsi publik loh! Cos rupanya ada juga suami yang rada hobi ngember. Menceritakan semua hal yang ia ketahui pada khalayak tak peduli itu pantas dibagi atau enggak. 

"Beneran ada lelaki ember kek gitu?"

"Ada, saya juga baru tahu ada pri a yang hobi bergosip melebihi wanita."

"Siapa sih? Bisikin dong!"

"Diih, kepo! Kalau dah tau kenapa?Mo ngember ya?"😂

Hegas, Des 2017








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik