Tips Mengurangi Pengulangan Kata Aku/Ku dan Nama Tokoh dalam Tulisan

Beberapa kali membaca naskah cerpen murid kelas literasi atau penulis muda yang baruuuuuu saja nyemplung di dunia fiksi (like i used to be ^_^), satu kesalahan seragam dan jamak dilakukan adalah menggunakan kata yang sama atau diulang-ulang dalam satu paragraf pendek. 


Kita tahu, pemakaian kata berulang membuat tulisan jadi membosankan, bertele-tele, tidak efektif dan nilai estetisnya berkurang. Kecuali jika penulis memang sengaja melakukan hal sedemikian agar
diperoleh kalimat yang terkesan liris serta tercapai rima tertentu dalam paragraf. 

Khusus kali ini saya akan membahas tentang pengulangan kata 'aku' atau 'ku' dan nama tokoh dalam kalimat.

Perhatikan paragraf berikut! Saya comot dari folder My Documents. Judulnya About Mikki. Kayaknya ini ketikan Nay deh, hehehe.... Belum selesai ditulis, jadi belum masuk tahap editing.

--Aku sedang bermain di halaman rumah bersama temanku, Laudya. Saat itu, kami sedang bermain petak umpet, Laudya yang jaga. Aku tunggang langgang tidak jelas untuk mencari tempat persembunyian yang bagus. Saat aku bersembunyi, aku terasa haus. Ketika Laudya mencariku, diam-diam aku menyelinap pergi ke warung terdekat untuk membeli minuman. Ketika aku hendak bayar, Laudya mengagetkanku dari belakang.--

Dari enam kalimat di atas, terdapat sembilan kata aku dan -ku dan empat kata Laudya. Saya tidak akan mengoreksi secara keseluruhan entah dari gaya bahasa, struktur dan efektifitas kalimat, atau EBI dsb. Pure membahas bagaimana mengurangi kata aku/ku dan nama tokohnya saja.

Bagaimana cara menghilangkan atau minimal mengurangi kata aku/ku dan nama orang yang bertebaran bak kembang rupa-rupa yang menghiasi  ranjang pengantin India? 

Kemon cekidot!

1. Kata aku/ku bisa dihilangkan pada kalimat yang sudah jelas kalau subjek/objeknya sama.

   Cth 1: Saat aku bersembunyi, aku merasa haus >> Saat bersembunyi, aku merasa haus.

  Cth 2: Ketika aku hendak bayar, Laudya mengagetkanku dari belakang>> Ketika hendak bayar, Laudya mengangetkan dari belakang.

 
2. Kata aku/ku bisa diganti dengan kata lain yang semakna tanpa mengubah substansi kalimat

  Cth: Aku sedang bermain di halaman rumah bersama temanku, Laudya >> Aku sedang bermain di halaman rumah bersama seorang teman bernama Laudya.

3. Ganti kata 'aku' dengan kalimat diri atau organ tubuh yang difungsikan.

   Cth 1: Saat bersembunyi, aku merasa haus >> Saat bersembunyi, mulut terasa haus. 

  Cth 2: Ketika Laudya mencariku, diam-diam aku menyelinap pergi ke warung terdekat untuk membeli minuman >> Ketika Laudya mencariku, diam-diam diri ini menyelinap pergi ke warung terdekat untuk membeli minuman

4. Untuk mengurangi nama tokoh disebut berulang, bisa disiasati dengan memunculkan karakter fisik/ psikis dari tokoh ybs.

  Cth: Saat itu, kami sedang bermain petak umpet, Laudya yang jaga >> Saat itu, kami sedang bermain petak umpet, gadis berambut tipis itu yang jaga

5. Nama tokoh juga bisa diganti dengan kata dia/ia

   Cth : Ketika aku hendak bayar, Laudya mengagetkanku dari belakang>>
Ketika aku hendak bayar, ia mengagetkanku dari belakang.

Jadi, paragraf pendek di atas setelah dikurangi/dihilangkan beberapa aku/ku dan nama tokohnya kira-kira menjadi seperti berikut:

--Aku sedang bermain di halaman rumah bersama seorang teman bernama, Laudya. Saat itu, kami sedang bermain petak umpet, gadis berambut tipis itu yang jaga. Aku tunggang langgang tidak jelas untuk mencari tempat persembunyian yang bagus. Saat bersembunyi, mulut terasa haus. Ketika dia mencari, diam-diam diri ini menyelinap pergi ke warung terdekat untuk membeli minuman. Ketika hendak bayar, ia mengagetkan dari belakang.

Perhatikan hasil editingnya:
*Aku/ku-nya sisa dua
*Laudya hanya satu

Mudah, 'kan?

Note: khusus untuk kata aku/ku, saya pribadi membatasi maksimal tiga saja dalam satu paragraf panjang. Jika memungkinkan dan bisa disiasati, cukup satu saja aku/ku untuk paragraf pendek.

Semoga manfaat!

Hegas, Feb 2017

 








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik