Yang Lucu, Yang Menginspirasi



“Itu masih jam 5 pagi, The Beatles sudah disuruh nyanyi oleh istri saya di ruang tengah. Mereka tidak bisa nolak meskipun mereka Inggris, karena mereka itu sudah jadi milik istri saya sejak mereka menjual dirinya kepada istri saya di sebuah toko kaset.”

Di atas adalah penggalan opening kisah berjudul ‘The Beatles Jual Serabi’ dalam buku Drunken Molen karya H. Pidi Baiq. Saya beli buku ini tahun lalu. Saat itu saya sedang mencari materi tentang bagaimana membuat naskah ala stand up comedy. Di sebuah blog tiba-tiba saya menemukan nama Pidi Baiq sebagai rekomendasi. Lengkap dengan panduan judul-judul bukunya yang wajib dibeli. Aihhh, saya jadi penisirin. Selucu apa sih Pidi Baiq ini?

Buku humor tapi inspiring!
Setelah nanya-nanya ke Kang Dana (ini juga terpengaruh gaya nulis Kang Pidi, bahasa ngobrol
dituangkan dalam narasi, hehehe) akhirnya saya memutuskan untuk membeli salah satu dari Tetraloginya yang berjudul Drunken Molen.

Baca judulnya saja saya tak bisa menebak sebenarnya Drunken Molen ini hendak membahas apa. Sebab yang terbayang di kepala hanya sosok Jackie Chan muda yang ‘disiksa’ guru kungfunya yang hobi minum tuak hingga akhirnya mampu mencapai gelar sebagai Pendekar Mabuk alias Drunken Master! Terus, apa hubungannya dengan molen? Tuh, jadi kepo maksimal kan?

Rupa-rupanya, Drunken Molen ini menurut saya adalah rekaman kejadian yang dialami oleh Kang Pidi sehari-hari, baik yang setting-nya di luar maupun di dalam negeri. Ada hal-hal lucu, spontan, dan apa adanya yang dituangkan beliau dalam lembar demi lembar cerita buku yang diterbitkan oleh Pastel Books ini.

Beliau tak hanya menuliskan kejadian lucu dan ganjil, atau tindakan spontan yang mengundang keanehan, namun ada sisi-sisi humanis yang coba ia sisipkan. Tengok saja dalam cerita ‘Tangga Bambu di Studio Foto’ atau kisah beliau menraktir bapak-bapak tukang gali untuk dicukur dalam ‘Nazar’.

Pantas saja, para komika harus belajar dari beliau. Hampir seluruh narasi dan dialognya mengundang bibir ini untuk tersenyum kera. Meski tak sampai terbahak, Drunken Molen lumayan menghiburlah daripada baca berita full hoax yang seliweran di dunia maya!

Catatan:
Oh ya, saya melapalkan kata Baiq bukan seperti kata baik (baca;bayik) dengan mengganti hurup K menjadi qolqolah, namun dengan pengucapan ‘baik’ yang telah dipisahkan suku katanya; Ba-iq! Yang benar yang mana, ya? ^_^)

Hegas, 18 Januari 2017


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik