Tips Agar Setrikaan Tak Menggunung

Sebenarnya saya paling malas dengan pekerjaan yang satu ini. Selain membuat suasana tak nyaman--hawa panas dan resiko kulit melepuh disenggol setrika--pekerjaan yang membutuhkan kerapihan juga kesabaran tingkat tinggi ini juga membuat aksi multitasking para ibu terhambat dikarenakan harus stay di tempat.

Jika pekerjaan lain masih bisa disambi-sambi, tidak dengan menyetrika ini. Sambil nunggu sayur mendidih, kita bisa beresin cucian piring. Mencuci baju bisa dibarengin dengan ngisi air atau menyapu ( nyucinya pake mesin ya? Kalo masih kucek-kucek hota hai sama aja gak bisa gerak :D). Gosok lantai toilet kamar mandi bisa sambil keramas, ya tidak? :p

Kalau sudah kelar nyetrika, perasaan tuh batin kita jadi merdeka n bahagiaaaaa banget! Dada plong
melihat jemuran yang sedianya menggunung akhirnya berhasil kita sulap menjadi tumpukan pakaian yang tertata licin dan rapi di lemari. Butuh waktu lebih lama dibandingkan dengan waktu yang kita habiskan ketika memasak, ngepel or cuci pakaian.

Nah, saya punya sedikit tips yang saya dapat dari hasil sharing dan bincang-bincang dengan teman di dunia nyata maupun dunia maya. Apa sajakah itu? Cekidot ya...

1. Jangan menumpuk cucian kotor
Ini efek domino. Makin banyak cucian numpuk, makin menggunung juga gosokannya nanti. Penyebab cucian numpuk, salah satunya adalah karena gak dicuci-cuci, bisa karena terlalu sibuk atau hal lain. Kalau kita ngeblog ada menu postingan terjadwal, berlakukan ini pada cucian Anda, hehehe...Jadwalkan waktu mencuci secara teratur agar pakaian kotor tak sempat beranak-pinak di bak cucian.

2. Jangan keseringan ganti baju
Ada loh, orang biasa yang sehari bisa ganti baju di atas 7X! How come? Pasti orang jenis begini tidak pernah merasakan pahit getirnya mencuci berember-ember cucian, sebab yang nyuci ART-nya, jadi no guilty feeling! Buat para ibu yang memiliki bayi mungkin agak susah dihindari ya? Dikit-dikit kena ompol, bentar-bentar kena muntah. Bagi kita yang berstatus 'cuma istri biasa' pandai-pandailah memenej sekaligus menghemat penggunaan busana. Baju yang dipakai sejak pagi bisa langsung dicuci. Baju yang dipakai sore, bisa dipakai keesokan harinya, sebab saat tidur kan ganti kostum lagi pake lingerie. Lingerie atau baju tidur juga gak kotor dan masih wangi kok meski sudah dipakai sekali. Kecuali buat wanita yang bermasalah dengan kelenjar keringat berlebih, mungkin gak masuk hitungan ya? :p

3. Gunakan pelembut pakaian

Selain membuat pakaian wangi, pelembut juga bisa berkontribusi mengurangi setrikaan. Saat diangkat dari jemuran, pakaian jangan ditumpuk sembarang agar tak gampang kusut. Sebaiknya langsung dilipat rapi, sehingga kuantitas pakaian yang perlu diseterika bisa diminimalisir.

4. Setrika pakaian yang penting-penting saja
Ini trik hemat listrik juga sebenarnya, hehehe.... Untuk pakaian rumahan dan tak terjamah penglihatan publik (halaah), rasanya gak masalah kalau gak digosok ya? :p Kecuali untuk pakaian dinas, seragam sekolah, pakaian kerja atau busana untuk pergi-pergi, baru hukumnya wajib.

5. Jangan menyimpan setrikaan pakaian yang mudah kusut
Untuk pakaian yang mudah kusut, sebaiknya disimpan dengan dilipat rapi. Sebab, meski sudah digosok licin, saat digantung pun akan kembali renyek. Gosok saat benar-benar hendak digunakan saja. Jadi kita gak kerja dua kali!

6. Setrikaan Terjadwal
Mirip dengan mencuci terjadwal, kita juga harus konsisten membuat schedul menyetrika. Misal, usai Subuh atau saat anak-anak sudah tidur di malam hari. Kalau saya pribadi, biasanya usai Subuh sambil menunggu waktu sarapan, maksimal jemuran hasil 3X mencuci. Biasanya saya lakukan jelang akhir pekan, seperti hari Jumat atau Senin pagi.

Kiranya segitu dulu tipsnya. Jika ada yang mau nambahin, post di komentar aja ya?
Salam setrika! ^_^

Hegas, 06 Jan' 2017






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik