The Moment of Basreng

Saya tidak merekomendasikan camilan ini untuk mereka yang tak suka makanan pedas, memiliki riwayat penyakit  lambung yang mudah kumat gara-gara makanan bercabai, atau bagi orang-orang yang gampang diare akibat menyantap kudapan yang agak hot dan spicy!

bakso goreng kriuk
Saya kenal kudapan ini sekitar dua tahun lalu, ketika masih menjalankan usaha jual-beli
macam-macam snack di rumah. Saat itu saya menyuplai berbagai snack untuk tetangga yang berbisnis jajanan murah di kompleks. Selain itu saya juga menjual snack dalam bungkusan kecil-kecil sebagai camilan karyawan di pabrik.

Hasilnya, lumayan sih! Sehari bisa habis 120-150 bungkus camilan dengan berbagai varian seharga @1000 rupiah, cash! Tapi, saat program punya anak lagi dimulai, suami menghentikan kegiatan ekonomi yang satu ini. Alasannya agar saya tak terlalu capek. Maklum saya mengerjakan semuanya serba sendiri. Untuk 5-6 macam snack yang masing-masing dibungkus kembali dalam ukuran kecil-kecil, lumayan bikin pegal juga.

Nah, saat itu saya jadi tahu bahwa ada camilan enak yang terbuat dari bakso. Namanya basreng alias bakso digoreng. Rasanya yang gurih dan pedas membuat basreng ini laris terjual hanya buat ibu-ibu sekitaran kompleks. Kalau tidak salah (agak lupa)  harganya dibandrol 34 ribu rupiah per bal dengan berat 1,5 kg. Saya biasa jual 7 ribu  per ¼ kg.

Kemarin ketika melintas di pasar kaget yang rutin digelar tiap Kamis malam di gerbang perumahan, saya bernostalgia lagi dengan kudapan enak ini. Rasanya tak berubah, enak, kriuk dan pedas. Dijual seharga 2000 rupiah per bungkus atau jika beli 3 pcs sekaligus cukup bayar 5000 rupiah saja.

Ada yang belum pernah nyicip?

Hegas, 14 Januari 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik