Road to Kampus Fiksi Angkatan 19

Baru bisa cek email semalam gegara kuota modem habis, ternyata Panitia Kampus Fiksi dari Penerbit Diva Press di Yogyakarta, sudah menyebar undangan buat para peserta sejak tanggal 30 Desember 2016 kemarin. Di dalam lampiran email juga disertakan sekilas tentang kampus fiksi, surat pernyataan, susunan acara, tugas untuk peserta beserta hal-hal yang bersifat teknis yang memang perlu untuk disampaikan kepada semua calon peserta Kampus Fiksi nanti.


Program pelatihan menulis yang akan diadakan pada 27-29 Januari nanti merupakan angkatan ke-19.
Sebenarnya saya sendiri termasuk Angkatan 21. Namun, dikarenakan banyak  seat yang kosong atau peserta yang gugur di angkatan sebelumnya, membuat nama saya tergeser lebih awal di angkatan ini.

Di Kampus Fiksi angkatan 19 ini ada 24 orang peserta yang diundang ke Yogyakarta, yang mana nantinya para peserta ini akan dikarantina selama tiga hari untuk mengikuti pelatihan menulis secara intensif. Hm, berarti hari Kamis sore saya sudah harus berangkat ke Kota Gudeg ini. Walaupun panitia membolehkan peserta menginap di asrama maksimal dua hari sebelum dan sesudah acara, namun saya masih belum membuat keputusan apakah akan langsung ke lokasi atau mampir dulu ke rumah teman lama.

Harapannya sih, anak dan suami bisa ikut juga. Sebab, rencana liburan ke Yogya sudah lama mengendap di kepala. Lagipula saya belum terlalu yakin apakah saya mampu dan bisa serta berani  menempuh perjalanan semalaman antar kota antar propinsi sendirian. Jujur, saya belum pernah melakoni! Selama ini kalau bepergian jauh selalunya satu paket. Kalau gak pergi bertiga, ya berdua Nayla!

Membayangkannya saja saya sangat excited! Karena bakal dapat banyaaaaak sekali ilmu-ilmu menulis dari sumber yang berbeda dari yang pernah saya dapat sebelumnya. Selain tentu saja, akan dapat banyak teman baru pula nantinya. 

Semoga dilancarkan dan dimudahkan deh buat Kampus Fiksi bareng Diva Press milik Pak Edi ini! 

Milanur

Hegas, 02 Jan' 2017





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik