Profesi Seram!

Tak terbersit sedikit pun dalam pikiran saya untuk menjalani profesi yang satu ini. Bukan karena gajinya yang kata orang tak seberapa dibanding ritme kerja serta besarnya tanggung jawab yang diemban. Tapi, saya belum merasa yakin, apakah bisa melaluinya dengan label kata 'sabar' masih nempel di kepala!
Yep, saya sedang membicarakan profesi seorang guru! Terhitung sejak Juli tahun 2016 lalu saya menerima tawaran untuk mengisi jam ekstrakurikuler di sebuah sekolah Islam swasta di daerah Cikarang Barat. Kebetulan untuk kelas Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah ada kelas literasi yang membuat saya berkesempatan mentransfer sedikit  ilmu dasar dalam menulis fiksi yang saya kuasai.

Awalnya saya ragu. Namun setelah didukung secara moril oleh suami, akhirnya saya memutuskan untuk mencobanya. Agak seram juga sih sebenarnya, sebab yang terbayang dalam pikiran saya adalah harus berhadapan dengan anak-anak seumuran SMP dan SMA yang tentu saja jiwanya masih labil penuh dinamika, dan seringnya melakukan aksi-aksi pencarian jati diri. 

But, kekhawatiran saya rupanya tak terbukti. Anak-anak yang mengikuti kelas literasi ini duuuh, manis-manis dan nurut-nurut, hehehe! Dan you know what, murid saya bergender wanita semua! #jingkrak-jingkrak!

Meski kelas hanya berlangsung dua jam lebih, tapi suasana belajar lumayan asyik. Kadang saya ikut lesehan bersama mereka di lantai kelas. Kadang kami wefie bareng saat jam pelajaran usai, hehehe...Tak jarang ada sesi curhat juga di luar jam pelajaran.

Semoga secuil ilmu yang sudah saya sampaikan pada mereka, bisa menjadi tabungan jariah bila saya sudah tak tinggal di atas bumi lagi!
Aamiin!

Hegas, 04 Januari 2017



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik