KF19 Day 1~Pilihan Tempat Romantis yang Jadi Bumerang

Setelah  shalat Maghrib dan makan malam, kami langsung diworo-woro untuk segera ke luar kamar menuju tempat duduk yang sudah disiapkan oleh panitia sesuai namanya masing-masing.

ruang tengah asrama, tempat kajian dan solat berjamaah, buat molor juga, :D
 Tepat pukul 19.00 WIB acara dibuka oleh Mbak Avifah Ve yang bertindak sebagai MC. Seharusnya ada acara pembukaan Kampus Fiksi secara resmi oleh Pak Edi selaku CEO Diva Press.
Namun karena beliau berhalangan hadir, akhirnya acara resmi dibuka oleh Mbak Nisrina Lubis--
selanjutnya biasa dipanggil Mbak Rina-- selaku Editor Senior dengan memberikan goodie bag pada dua perwakilan peserta yaitu Mas Agus dan Mbak Okta.

Ruangan tengah asrama disulap jadi deretan kursi peserta
Setelah acara resmi dibuka, Mbak Ve memberikan sedikit info pada peserta Kampus Fiksi #19 tentang tata tertib selama berada di asrama yang terletak persis di sebelah percetakan milik Diva Press ini.
Penyerahan goodie bag buat Mba Okta
 Setelah tata tertib dibacakan, Mbak Rina kembali mengisi sesi brainstorming ketika jarum jam sudah bergeser di angka 19.30 WIB. Kami dipersilakan memperkenalkan diri dengan menjawab tiga poin pertanyaan yang diajukan oleh beliau, yaitu nama, asal dan tempat paling romantis menurut peserta.
Penyerahan goodie bag untuk Mas Agus
 Dimulailah tahap perkenalan satu demi satu peserta Kampus Fiksi Angkatan 19 ini. Jawaban poin ketiga yang banyak mengundang tawa. Mbak Rina sudah mewanti-wanti, agar berhati-hati dan berpikir panjang dalam menjawab pertanyaan ketiga tsb. Saya merasa curiga di bagian ini.
Benar saja! Di akhir acara beliau memerintahkan kami untuk menyiapkan ide sebuah cerpen 3-4 halaman dengan setting tempat sesuai jawaban yang kami berikan sebelumnya, untuk dibuat keesokan harinya.
Untung saja jawaban saya tadi enggak asal! Teman kami Mas Aris dari Surabaya akhirnya kebingungan sendiri, sebab ketika ditanya tempat paling romantis di dunia, dia malah jawab,”Di kamarnya Mas Agus!’
Mudah-mudahan cerpennya bukan berlatar kisah jeruk makan jeruk ya? Wkwkwkwk...^_^

:: to be continued ::

Yogyakarta, 27 Januari 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik