Pilih Nonton Film atau Baca Bukunya?

Menurut Anda, lebih bagus mana, pilih nonton film atau baca bukunya dulu? Sekarang ini sineas Indonesia dan penulis rupanya saling mendukung dan bersinergi dengan memproduksi film-film yang diangkat dari buku best seller. Mendorong munculnya penulis-penulis baru yang berangan tak hanya bukunya laris manis diserbu pembaca, tapi juga berkesempatan besar dipinang produser untuk memvisualisasikan cerita mereka.

Kalau saya pribadi, cenderung memilih salah satunya. Beberapa kali saya bisa menikmati film tanpa
perlu terganggu dengan 'kebocoran' alur cerita, karena belum membaca bukunya. Begitu juga saat membaca buku yang filmnya belum saya tonton.  Saya tak perlu merasa tersiksa sebab umumnya apa yang dibaca jauh panggang dari api dengan cerita yang saya nikmati di layar lebar.

Betul, memang tak mudah mem-visualisasikan bahasa tulisan ke dalam adegan demi adegan sebuah film. Tapi itu bukan berarti tak bisa. Di sinilah dituntut idealisme seorang penulis. Juga kekompakan penuh antara produser, sutradara dan penulis skenario.  Kadang hanya demi memuaskan selera pasar, penulis pasrah karyanya diobok-obok dan diintervensi sedemikian rupa. Ini yang banyak membuat pembacanya patah hati dan murka, hehehe...

Menonton film atau membaca buku tentu saja  memiliki  kelebihan dan kelemahan sendiri. Terserah individu masing-masing untuk menikmati produk yang mana. Bagi saya, tetap saja buku menjadi pilihan nomor satu. Hak berimajinasi tentang segala sesuatu mengenai kisah di dalam buku tsb menjadi hak mutlak saya sebagai pembacanya. Tak ada intervensi, tak perlu rekayasa. 

Bagaimana dengan Anda?

Hegas, 03 Januari 2017



  




Komentar

  1. Hmmmm pilihannya susah ya. Karena di kebanyakan film yg diangkat dr buku dan bukunya sdh aku baca sebelumnya, agak2 mengecewakan. Karena setelah baca bukunya, ekspektasi aku ketika di filmkan akan lebih tinggi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah...berarti saya tidak sendirian ya merasakan hal yg demikian hehehe...
      Itulah sebabnya saya milih salah satu, kebanyakan sih milih beli bukunya, cos lebih pure, bisa belajar teknik dan gaya penulisnya juga, kalo film kadang terlalu didramatisir, orisinalitas cerita sulit dipertahankan..

      Hapus

Posting Komentar

Komen aja, jangan malu-malu! ^_^

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik