Cabai, Make-Up dan Gosip

Para ibu gonjang-ganjing saat beberapa hari lalu Menteri Pertanian, Amran Sulaeman menyindir secara halus bahwa harga cabe yang meroket bisa diatasi dengan program menanam cabai di rumah yang melibatkan ibu-ibu, dengan catatan harus mengurangi waktu yang habis digunakan untuk make-up dan bergosip!

Sebenarnya maksud Pak Menteri baik sih, hanya saja 'sentilannya' membuat kuping kita para wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga jadi tersengat. Masak harga cabai dikait-kaitkan dengan kebutuhan wanita akan make-up dan gosip sih?  Hehehe...

Seorang ibu mengomel begini, beli bedak lipstik tuh sebulan sekali juga enggak! Kalau cabai? Jika tak ada sambal terhidang, alamat selera makan keluarga jadi uring-uringan! Jadi kesimpulannya, menurut ibu-ibu se-Indonesia nih, kebutuhan cabai itu urgensinya lebih mendesak dibanding lipstik!

Sebenarnya kenaikan harga cabai  yang setiap tahun terjadi ini--entah karena faktor cuaca buruk, bencana alam, hasil produksi menurun, serangan penyakit dsb--seharusnya bisa disikapi dengan bijak. Toh, kita tetap bisa makan kok meski tanpa cabai. Pandai-pandai saja atur strategi. Cabai mahal bisa diganti saos atau bubuk cabe instant. Atau bubuk lada juga bisa menimbulkan efek pedas, plus hangat di perut pula.

Jadi, tak usah bingung dengan pernyataan Pak Menteri. Cabai naik silakan! Make-up? Jalan terus ajah! Kan hukumnya wajib dandan cantik depan suami, hehehe. Lagipula, kita tercipta dan hidup di dunia bukan semata-mata untuk urusan makan cabai atau sambal aja kan?


Hegas, 12 Januari 2017


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik