Berbaik-baik dengan Tetangga

"Bergaji puluhan juta, tak lantas membuat kita tak butuh tetangga!"

Yup! Kadang karena merasa sudah berlimpah kita mengabaikan kebutuhan sosial yang satu ini, beramah-tamah dengan tetangga. Kesibukan pekerjaan membuat sebagian kita mengabaikan pentingnya membangun jalinan keakraban dengan tetangga kiri-kanan.


Bagi yang bekerja, sebagian waktu dihabiskan dari pagi hingga malam di tempat kerja. Begitu pun
yang sekolah atau kuliah. Tak ada kesempatan dan ruang untuk berbincang hangat dengan orang di sekitar lingkungan.

Apalagi di kompleks perumahan mewah yang sudah digerus sikap individualis. Hampir tak ada celah untuk berbincang. Senin-Jumat sibuk. Sabtu-Minggu piknik. Yang ngerumpi paling para babu saat belanja di tukang sayur, hehehe...

Kata orang, tetangga yang dekat lebih bermanfaat dibanding saudara yang jauh. Biasanya saat terkena musibah, entah anggota keluarga ada yang sakit atau meninggal, bantuan tetangga ini amat sangat kita perlukan karena ketiadaan jarak. Jadi, sudah sewajarnyalah kita berbaik-baik dengan tetangga. Jangan melakukan atau memicu hal-hal yang bisa merusak keharmonisan  antar warga yang berada di lingkungan yang sama.

Di gang tempat saya tinggal, ada beberapa hal yang sering dilakukan dan saya anggap itu sangat membantu terbinanya kehidupan yang harmonis antar penghuni kompleks. Misalnya saling berbalas mengantar makanan, makan siang bersama, atau saling mengajarkan membuat resep makanan tertentu. 

Mungkin terlihat sepele, namun justru hal-hal kecil itulah yang mampu merekatkan hubungan para tetangga hingga kini. Sebagai gambaran betapa urusan berbaik-baik dengan tetangga ini bukanlah sesuatu hal yang main-main, mungkin wasiat Rasulullah dalam hadist berikut bisa dijadikan pedoman:

"Dari Aisyah dari Nabi saw bersabda: Senantiasa Jibril mengingatkan aku tentang tetangga sehingga aku mengira jika tetangga itu akan menerima warisan."

Berikut hal-hal kecil yang bisa dilakukan agar tetangga kita bahagia:
1. Saat menyapu jalan depan rumah, jika sedang senggang bersihkan juga jalan di depan tetangga
2. Masak sayur agak banyak, antar semangkuk ke tetangga secara bergiliran
3. Beli timun, bengkoang dan kedondong, ajak tetangga bikin rujak bareng
4. Buat nasi liwet, sambal dan goreng ikan asin yang banyak, ajak tetangga makan bersama.
5. Angkatkan jemuran tetangga yang sedang pergi atau ketiduran ketika hujan tiba-tiba turun 
6. Jika tetangga kira rajin shaum sunnah, sesekali antarkan takjil untuk dia berbuka

Ada yang mau menambahkan???

Oh ya, tips di atas mungkin tidak berlaku untuk mereka yang tinggal di perumahan elit ya? ^_^

Hegas, 11 Januari 2017

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik