Tumis Daun Kencur

Saya baru tahu kalau umbi dan daun kencur itu bisa dikonsumsi. Awalnya terasa aneh di lidah. Waktu itu saya baru saja melahirkan. Oleh almarhum mama mertua, lalapan daun kencur disediakan dalam menu sehari-hari sebagai teman makan nasi. Katanya buat menghangatkan badan bagi ibu-ibu pasca melahirkan. Sebagai menantu yang baik, saya manut saja, meski belum begitu familiar dan merasa aneh dengan citarasanya.


Namun lama-kelamaan ternyata taste-nya enak juga. Apalagi jika ditumis pakai terasi dan dimakan
dengan nasi pulen hangat dan goreng ikan belanak dicocol sambal tomat, wow..., maknyooos dah!

Tumis kencur, lupa pakai kunyit :D
Mau mencoba di rumah? Saya copy-kan resep warisan dari mertua ya?

Pertama, siapkan dua ikat daun kencur. Biasanya agak kotor pada bagian daun. Sebaiknya dicuci di bawah air mengalir agar sisa tanah yang menempel mudah dibersihkan. Kerik umbinya untuk melepaskan kulit kering agar umbi kencur jadi mulus. Setelah dicuci bersih, tiriskan dan iris tipis.

Siapkan bawang merah, bawang putih, kunyit sedikit, cabe keriting, terasi dan garam secukupnya. Semua bumbu tadi dihaluskan. Setelah itu, siapkan wajan, tuang minyak sayur, tumis bumbu hingga harum dan masukkan irisan umbi kencur tadi. Aduk-aduk hingga daun kencur agak layu, icip-icip, angkat! 

Ingat ya, menumisnya jangan terlalu lama, sebab daun kencur gampang layu. Lebih enak jika masih berasa krenyes-krenyesnya. Atau buat yang malas ngupas bawang n pegang wajan, dilalap mentah juga enak kok!

Selamat mencoba ya? ^_^

Hegas, 30 Okt  2016

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik