Come On ke Green Canyon!

Tahu Grand Canyon yang ada di Colorado, Amerika Serikat? Nah, kalau di Indonesia ada objek wisata yang namanya merupakan plesetan dari tempat wisata terkenal tersebut. Adalah orang Perancis yang pertama kali me-mlesetkan menjadi Green Canyon (Ngarai Hijau) pada tahun 1993. Kalau orang Sunda setempat bilangnya mah Cukang Taneuh. Mungkin  biar terdengar keren, jadilah objek wisata Green Canyon yang lebih populer hingga sekarang.
Antrian ke dermaga
Buat Anda yang berencana ingin berwisata ke sana, saya sarankan tidak ketika musim penghujan.
Selain gak asik en bikin gak comfort, air sungai juga jadi keruh. Bulan Desember lalu ketika kami sekeluarga berlibur ke Pangandaran, sebenarnya sedang musim penghujan. Tapi, entah kenapa, sejak hari keberangkatan hingga pulang, kami tak sekalipun dihadang hujan yang berarti selama wara-wiri di sana.  
the tickets
Sebaiknya jika hendak ke Green Canyon, usahakan berangkat agak pagi. Selain menghindari antrian yang mengular, kita juga bisa memanfaatkan sisa hari ke destinasi berikutnya. Sebab di Pangandaran gak cuma ada Green Canyon loh!
dermaga

Untuk naik perahu menuju lokasi stalaktit stalakmit, kita cukup merogoh kocek 150 ribu rupiah PP maksimal lima orang seperahu. Yang antri di dermaga cukup satu orang saja, sisanya bisa duduk-duduk di dermaga sambil menikmati perahu motor warna-warni yang seliweran mengantar jemput penumpang. Sampai di sini saja jadi ingat Si Borno dalam novel Bang Tere Liye yang berjudul 'Kau, Aku dan sepucuk Angpau Merah'.

Hanya menunggu tak sampai satu jam, nomor antrian kami dipanggil melalui pengeras suara. Dengan sukacita kami menaiki perahu dengan hati-hati. Menembus aliran sungai menuju ngarai hijau yang menyejukkan mata. Sebenarnya ada paket berenang dan memanjat tebing, tapi kami belum berniat berbasah-basah baju sebab waktu masih di bawah angka sepuluh.


Perjalanan tak sampai satu jam PP. Tak banyak yang bisa dilakukan karena kami stay di atas perahu. Aliran sungai yang menyempit membuat perahu-perahu harus antri untuk keluar masuk ke ngarai yang paling dalam. Hanya bisa memotret dinding-dinding batu yang dihiasi tumbuhan dan air yang tak henti menetes.

Well, untuk 150 ribu rupiah kepuasan yang kami dapatkan memang sangat sepadan. Jika suatu saat  melintas di daerah Cijulang, jangan lupa mampir di Green Canyon ya, temans?

Hegas, Agustus 2016




Komentar

  1. wah, asyik sekali tripnya. Terima kasih ya mbak, bisa buat gambaran jika kelak saya ke Green Canyon. Sebetulnya sudah lama kepengen,belum sempat kesampaian sampai sekarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Komen aja, jangan malu-malu! ^_^

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik