Serunya Body Rafting Di Citumang Green Valley

"Berapa biayanya, Kang?"

"100 ribu per orang." Pria muda bertubuh kecil itu menjawab mantap. Wajahnya mengingatkan saya dengan mantan. Mantan tetangga maksudnya...! :D

"Gak kurang ya?" Saya menawar seakan sedang berhadapan dengan pedagang ayam potong. Biasalah emak-emak, kalau transaksi gak nawar tuh rasanya hidup gak lengkap, tanpa warna dan tiada arti, wkwkwk...

"Harganya emang segitu,Teh. Gak kurang lagi. Tuh, sama dengan rombongan yang lain." Dia nyengir dengan  wajah mengarah pada serombongan keluarga yang sedang memasang jaket pelampung.

"Ini temen saya orang Pangandaran loh!" 

Sebelum start, pose dulu ya ;-)
Saya menunjuk Teh Linda yang mengeluarkan jurus menyebut salah satu temannya yang juga
bertugas di Citumang Green Valley ini. Selanjutnya keduanya ngobrol membicarakan temannya yang--sialnya--sedang tak di lokasi. Tapi, entah karena saya bersama putri daerah situ atau karena nama temannya disebut-sebut akhirnya kami dapat potongan harga, cukup bayar 350 ribu rupiah untuk empat orang.

Air yang deras bikin was-was
Pertama tahu tentang Body Rafting di Citumang ini saat menonton acara Jejak Petualang Trans 7 yang dulu masih dipandu oleh Benny Dermawan. Saya tak menyangka bakal menginjakkan kaki ke daerah ini sebab Teh Linda tak memberitahu secara detail tujuan wisata kami. 

Setelah menitipkan tas, alas kaki dan menyimpan dompet di bagasi, jadilah kami berempat--saya, suami, Nayla dan Teh Linda--bersiap-siap menyusuri Sungai Citumang dengan cara menghanyutkan badan mengikuti arus air yang biasa disebut body rafting. Jarak ke tempat start lumayan jauh. Ditambah dengan medan menanjak dan licin, membuat saya merasa salah kostum karena memakai dress panjang. Jalannya ribet.
antri mau menerjunkan diri
Oh ya, kami sekelompok dengan satu keluarga dari Yogyakarta, pasutri dengan dua anak lelaki mereka. Kebetulan Teh Linda kuliahnya dulu di Yogya, jadilah mereka klop ngobrol hangat sepanjang jalan menuju titik awal rute body rafting.

Sampai di tempat start kami langsung ditantang mengarungi arus sungai yang lumayan deras dengan menapaki batu-batu di dasar sungai yang dangkal. Tahap awal kami boleh memilih terjun bebas di undakan pertama. Mungkin sekitar 3 meter, nyali saya langsung ciut. Melihat wajah saya yang cemas, guide kami menyarankan saya melewati tantangan ini dengan meneruskan ke sisi sungai yang tak terlalu tinggi undakannya.
satu, dua, tiga, terjuuuun!!!

Walau di pinggir sungai, tantangan adrenalin tetap tersedia. Ada akar kayu bagi mereka yang ingin terjun sambil bergaya ala Tarzan. Saya sebenarnya mupeng melihat mereka yang berayun-ayun. Tapi Nay ogah diajak ikut serta. Akhirnya kami turun lewat jalur normal, menyusuri pinggir sungai. Setelah semua berada di air, kami membuat formasi seperti ular-ularan sambil mengaitkan kaki ke pinggang teman di depannya sambil memegang baju pelampung mereka. Beberapa kali formasi 'terganggu' keseimbangannya karena menabrak batu. 
hanyut dengan damai ^_^

Rasanya damai sekali menyusuri sungai seperti ini. Dengan wajah tengadah menghadap langit, sesekali pandangan kami dihibur dengan kemunculan jenis primata kecil yang bergantungan di pohon-pohon sepanjang sisi sungai. Air nan dingin membuat tubuh sesekali menggigil.

Tiba di undakan berikut, saya dan Nay mencoba terjun langsung, tanpa berayun apalagi menyusuri batu. Begitu terjun, saking kerasnya air yang kami terjang langsung menghantam hidung. Membuat saya terminum air karenanya. Rupanya sungai di bagian ini lumayan dalam.

formasi ular-ularan

Lelah mengarungi sungai lebar, kami berpindah ke kali yang lebih sempit. Seperti parit kecil dengan tembok di kanan kirinya tapi tetap dengan aliran yang stabil. Sampai akhirnya kami tiba di garis finish. Oh ya, untuk keperluan dokumentasi, ada guide khusus yang akan mengabadikan momen-momen sepanjang sungai dengan kamera yang kita punya.

finally, finish w/ so much fun ^_^

Untuk harga 100 ribu rasanya memang sepadan dengan kepuasan dan pengalaman berharga ber-body rafting yang kami dapatkan di Citumang Green Valley ini. 

Hegas, Mei 2016

 





Komentar

  1. Jadi pengen body rafting nih sama istri. Eh nyari istri dulu deh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hm, capek deh! Kirim kode terus, action dong, lamar segera si dia! Hehehe...

      Hapus

Posting Komentar

Komen aja, jangan malu-malu! ^_^

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik