Seblak Bandung ala Cikarang

Pertama kali denger kuliner ini dari ketua geng KBM regional Bandung, Teh Nenden. Duluuu sekali, ketika seblak baru-baru dirilis, doi dengan penuh semangat memamerkan makanan dengan citarasa pedas itu setiap kali ada kesempatan menikmatinya. Saya pun dengan geram bertanya-tanya, gerangan apakah rasanya seblak Bandung yang tak tahu adat ini, sebab tak kunjung muncul di daerah tempat tinggal saya, Cikarang Bekasi. 

Seblak maknyuuus seporsi 10 ribu only
Setahu saya, seblak itu adalah sebutan untuk kerupuk yang super pedas, karena dilumuri dengan
serbuk cabe di sekujur 'badan'nya. Kerupuk seblak untuk kerupuk dengan dasar warna putih, dan kerupuk jablay untuk kerupuk dengan warna merah dan serbuk cabenya memerah juga.


Hallow, ternyata saya kudet. Di cikarang rupanya sudah ada bo' yang jualan seblak, tepatnya di Pasar Bersih, Cikarang Baru. Menurut cerita teman, kabarnya pedas kudapan ini sangat luar biasa. Garansi mencret 100% uang tak kembali. Yang pasti dijamin perut melilit n panas di sekitar area pembuangan, hahaha....

Well, saya pun mencobanya biar dibilang kekinian. Tapi belinya tak mengindahkan rekomendasi teman saya di atas. Saya terlalu pengecut untuk mencicipi pedas yang keterlampauan. Kripik Mak Icih saja cuma berani di level 7. Lagipula perut saya terlalu sensitif. Kurang elegan juga kalau nanti orang-orang melihat saya digotong ke rumah sakit gegara mencret akibat overdosis melahap seblak. Apa kata publik nanti?:D

Rupanya dekat pasar sekitar komplek ada yang jualan seblak Bandung, eh Cikarang ding! (Tar orang Bandung demo deuiiih, ngaku-ngaku ceunah!) Harganya 10 ribu untuk seblak spesial pakai bakso dan sosis. Untuk yang biasa cukup enam ribu saja. Ada tambahan telur dan sayur di dalamnya. 

Rupanya seblak ini adalah makanan orang yang sudah kehabisan makanan, menurut saya sih. Iyalah, kerupuk mentah bukannya digoreng malah direndam biar 'leyot' terus dimasak dengan bumbu mirip mie rebus di pinggir jalan itu. Saya membayangkan kronologis penemuannya. Mungkin si inventor seblak ini sedang berada di zona lapar yang tak tertahankan. Sudah malam, tak ada nasi, beras maupun mie. Yang ada hanya kerupuk mentah sisa hajatan. Dengan bumbu seadanya krupuk tadi rebus layaknya mie, dan voalaaaa, jadilah seblak....wkwkwkwk

Hegas, Mei 2016

 



Tapi, rasanya emang top sih. Nagih, hihihi....!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik