Save Gedung Juang

Jangan ngaku orang Bekasi kalau belum tahu gedung yang satu ini. Saat ditanya di mana Gedung Juang '45, mungkin banyak yang menggelengkan kepala. Maklum saja, bangunan yang dulu lebih dikenal dengan Gedung Tinggi bagi penduduk sekitar itu kini kondisinya sangat memprihatinkan. Gelap, kusam dan tak terawat, kadang menguar bau pesing. Banyaknya burung walet dan kelepak kelelawar menambah seram bangunan yang selesai dibangun tahun 1925. Apalagi ditambah beberapa saat lalu tempat ini dijadikan lokasi uji nyali oleh salah satu stasiun TV, makin lengkaplah predikat gedung berhantu pada situs bersejarah ini.
Gedung Juang tampak samping
Oh ya, ada cerita sedikit mengapa gedung ini disebut Gedung Tinggi. Dulu, konon kabarnya di
sekitar bangunan ini hanya ada sawah di sekelilingnya. Jadi gedung ini merupakan satu-satunya gedung paling tinggi sejauh mata memandang dan dijadikan pusat lahan oleh keluarga tuan tanah Khouw Van Tamboen. Lantai bagian atas biasanya digunakan oleh tuan tanah untuk mengontrol dan memantau pengerjaan sawah miliknya.

Salah satu pengunjung sedang mengabadikan foto yang dipajang di dinding ruangan galeri

Aroma mistis memang melekat pada gedung dengan arsitektur neoklasik ini. Ketika Belanda melancarkan agresinya, Gedung Tinggi merupakan salah satu target yang sering dihantam serangan udara bertubi-tubi. Namun anehnya, meski sudah dibombardir, bangunan ini mampu mempertahankan diri tanpa kerusakan berarti. Seolah ada kekuatan gaib yang menaunginya.

Ketika Jepang menjajah Indonesia, Gedung Juang pernah dikuasai sebagai pusat kekuatan untuk memutus pergerakan pejuang kemerdekaan. Tapi di akhir masa penjajahan, terjadi pembantaian serdadu Jepang yang hendak dipulangkan ke tanah airnya. Rel kereta yang mereka naiki digulingkan ke jalan buntu hingga terperosok dan membuat pejuang Indonesia dengan mudah menguasai tentara tanpa senjata ini. Mayat mereka dibuang begitu saja di Kali Bekasi.

sebagian karya asli putra-putri Bekasi
Gedung Juang juga beberapa kali dijadikan sebagai kantor instansi pemerintah seperti Dinas PU Kab. Bekasi, kantor DPRD, TNI-AD bahkan sempat jadi markas tahanan politik Partai Komunis Indonesia. Namun kini Gedung Juang sudah tak memiliki fungsi berarti sebagaimana sejarahnya dulu. Hanya sebagai kantor Damkar, juga sebagai lahan parkir bis jemputan PNS Kabupaten Bekasi.

Beberapa komunitas yang ada di Bekasi mulai menggeliatkan kembali fungsi dan keberadaan Gedung Juang sebagai warisan cagar budaya yang patut dilestarikan. Diantaranya Kedubes atau Kedutaan Besar Bekasi, salah satu komunitas kreatif  yang menjadikan bangunan ini menjadi galeri seni.
Gedung yang dijadikan galeri seni

Berbagai hasil seni dipajang di salah satu bangunan kuno yang berlokasi tak jauh dari Pasar Tambun ini. Mulai dari foto-foto, lukisan, hasil kreasi sampah plastik dll. Diharapkan dengan adanya galeri ini, masyarakat jadi tertarik untuk berkunjung serta memberikan donasi. Hal ini secara tidak langsung  akan menghidupkan kembali fungsi gedung yang menjadi saksi bisu perjuangan bersejarah rakyat Bekasi. Semoga.

Hegas, Mei 2016



Komentar

  1. kadang suka miris ya ka, gedung bersejarah Ataupun sebagian museum di indonesia pengelolaannya blm maksimal, pdhl tempat sprti itu bagus untuk studi wisata hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, padahal seru loh main ke museum2 n tempat bersejarah begini, dapat ilmu sejarah gratis...tapi tetap aja kenapa kesannya serem ya? kayak museum2 di Kota Tua juga gitu kan?

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  2. Harus di adakan pengajian bulanan tuh, biar ngga angker museumnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Komen aja, jangan malu-malu! ^_^

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik