Termakan Rayuan Doel Sumbang (1)

Saya menatap bosan bis jurusan Bandung yang seperti mengejek, tak berhenti memasuki Terminal Cikarang. Hampir pukul 10 menjelang siang. Bis rute Pangandaran atau minimal yang ke arah Banjar atau Tasik belum menampakkan keberadaannya. Kami sudah di sini sejak pukul enam pagi.
Menunggu bis dari pagi hingga siang @Terminal Cikarang

Tadi begitu tiba, suami langsung bertanya pada petugas yang mengatakan bis ke Pangandaran
mungkin datang sekitar pukul 8 pagi. Tapi, lalu lintas yang macet menyebabkan bis terlambat datang. OK, kami memutuskan menunggu.

Hari semakin siang, perut mulai keroncongan. Setelah meminta saran dari Teh Linda, teman KBM yang hendak dikunjungi rumahnya di Pangandaran sana, kami memutuskan ke Bandung dulu. Tapi dengan pertimbangan macet parah jika lewat jalur biasa, suami memilih naik Cikarang-Bandung via tol.

Terpaksa balik arah lagi ke Jababeka, tempat Primajasa AC Cikarang-Bandung biasa ngetem. Ternyata hari itu 25 Desember 2015, sepanjang Jalan Industri Cikarang macetnya di luar dugaan. Setelah bersusah payah, akhirnya kami sampai di depan Plaza JB dan naik bis sekitar pukul 11 siang. Ahhh, akhirnya bisa duduk nyaman juga setelah berpanas bin macet sejak di terminal hingga ke Jababeka ini.

Kelegaan tak berlangsung lama. Baru juga masuk Tol Cikarang Barat, kemacetan sudah menanti. Tambah ketar-ketir saat Ingeu, teman KBM yang sedang OTW dari Depok ke Bandung mengabarkan di sana macet parah hingga Jakarta. Dan hari itu merupakan peristiwa macet terburuk sehingga membuat pak menteri mengundurkan diri. Waduuhhh....

Bersambung

Hegas, 29 Februari 2016



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik