Termakan Rayuan Doel Soembang (2)

Bayangan buruk saya tentang macet sehari semalam tak menjadi kenyataan. Sepanjang tol Jakarta -Cikampek memang lalin padat merayap. Rupanya mobil-mobil pribadi yang ngetem sembarangan itulah penyebabnya. Mereka berjejer memenuhi sepanjang jalan menuju rest area sehingga bis-bis reguler berjalan lamban karenanya.
Bermacet ria demi liburan ke sini ^_^

Menjelang Exit Tol Karawang Timur, lalu lintas mulai terurai. Bis pun melaju perlahan hingga memasuki Bandung kurang lebih 2,5 jam kemudian. Lepas ishoma, dari Terminal Leuwipanjang kami naik Damri menuju Terminal Cicaheum. 

Menaiki bis jurusan Cicaheum ini sedikit menguji kesabaran. Selain harus menembus kemacetan di jalan-jalan utama Bandung, bis ini rupanya mengambil rute yang melewati destinasi wisata menarik di Bandung Kota. Sebut saja Alun-alun, Masjid Agung,dan  Jalan Asia-Afrika tempat syuting sitkom Preman Pensiun yang tersohor itu. Aihhh, saya kan belum pernah ke sini, hiks...

Setelah berputih-putih mata melewati tempat-tempat menarik tadi, akhirnya kami sampai di terminal Cicaheum. Seorang penumpang menyarankan saya untuk membeli tiket bis di loket yang berjejer di sisi kanan pintu masuk terminal. Suami langsung menuju loket yang dimaksud. Rupanya tak perlu beli tiket, tapi langsung bisa naik ke bis yang diinginkan. Puuuhh, saya berdebar-debar sebab menurut info penumpang tadi bis terakhir sekitar pukul 4 sore.

Kami sedikit berlari mengejar bis Budiman bertuliskan Pangandaran di belakangnya. Takut ini adalah bis terakhir. Celaka 13 kalau sampai tertinggal. Sebenarnya saya berharap mendapatkan bis AC, tapi karena tak ada pilihan, terpaksalah berpanas ria di badan mobil sepanjang perjalanan.

Yang meyebalkan adalah, begitu bis yang kami naiki hampir penuh, tiba-tiba saya melihat bayangan bis Pangandaran lain tepat di belakang kami. Bis Pangandaran AC pula. Bahhh, saya bersungut-sungut, mengomel panjang pendek. Apalagi suami sudah pewe, malas turun naik lagi. Mungkin dia lelah mengejar bis dari pagi hingga petang!

Ini memang gara-gara Doel Sumbang, yang membuat saya ingin sekali ke Pangandaran karena mendengar tembang yang dinyanyikannya!


Hegas, 29 Februari 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik