Are You FOMO???

Liburan asyik, cekrek, aplot...
Pose cantik ma anak, cekrek, aplot...
Pose mesra ma suami, cekrek, aplot...
Tulisan nampang di majalah, cekrek, aplot...
Menang kuis nulis di twitter, cekrek, aplot...
Foto bareng penulis top, cekrek, aplot...
Buku terbit, cekrek, aplot...

Nonton film box office, cekrek, aplot...
Lolos seleksi kelas nulis, cekrek, aplot...
Menang give away, cekrek, aplot...
Menang review di blog, cekrek, aplot...
...cekrek...cekrek...cekrek...
...aplot...aplot...aplot...
trus, napa situ yang sewot???

Entah siapa yang mulai, sana-sini mulai tercium kabar bersifat tuduhan bahwa penulis/pengguna medsos yang melakukan berbagai macam hal di atas tuh resmi positif kejangkit virus FOMO. FOMO  atau singkatan dari Fear of Missing Out menurut terjemahan bebas ala saya mungkin sejenis penyakit psikologis yang menyebabkan penderitanya selalu ingin tampil, ingin nampang, ingin eksis, tak mau ketinggalan, ingin seluruh dunia tahu dengan semua kegiatan or pencapaian hidupnya dari menit ke menit. 

Jadi apapun hal membanggakan yang ia dapat saat ini, di-share ke publik. Mungkin sebagai personal branding, pembuktian diri, ingin diakui capability-nya, atau bisa jadi balas dendam atas obsesi masa lalu yang tak kesampaian.

Burukkah FOMO? Tergantung hati yang menilai, menurut saya! Jika berhati lurus, menghadapi karakter manusia  seburuk apapun, prasangka baiklah yang muncul. Sebaliknya, jika hati berkarat, tindakan super suci sekalipun, tetap saja salah dalam pandangannya.

Kalau saya sendiri sih bodo amat. Mau dibilang FOMO kek, pamer kek, branding terselubung atau apalah, selama saya tak menzalimi orang lain, why not? Kok situ yang repot? Lagipula, era media sosial gini apa-apa disimpan sendiri, kok jadi lucu ya? Apa gunanya tuh tombol publish, tweet or share di akun medsos kita?

Hm, atau bisa jadi yang nuduh FOMO itu cuma hasad yang tak kasat atau dengki yang terselubung. Sirik tanda tak mampu, hehehe....

Hegas, Maret 2016

 



 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik