Under Estimated

Berhubung kartu asuransi sudah tak bisa digunakan, dan harus menggunakan BPJS, dengan sangat terpaksa saya pindah melakukan pemeriksaan rutin untuk kuping Nayla. Biasanya langsung ke dokter spesialis THT, kali ini harus ke dokter umum dari klinik yang sudah ditentukan.

Sebenarnya ini sangat membuang waktu, sebab saya tak yakin dokter umum bisa melakukan
treatment seperti yang saya inginkan. Alat-alat dokter THT yang kecil-kecil pasti mereka tak punya.

Tapi dokter muda nan murah senyum ini rupanya tak mudah menyerah. Padahal saya berharap diberi surat rujukan saja, selesai. Saya tak ingin perawatan kuping anak kami ditangani bukan oleh ahlinya.

Dengan sabar ia memeriksa dan membersihkan kuping yang dirasa sangat gatal oleh Nayla karena kotoran yang mengeras dan menumpuk. Meski hanya dengan bantuan senter kecil, air hangat, cotton bud dan pipa suntik ia melakoni 'tugas' yang bagi saya jadi sangat menggelikan. Kami merasa seperti sedang mengerjainya. Masak dokter cantik disuruh ngorek-ngorek kotoran kuping sih? Wkwkwk...

Butuh waktu 15 menit, akhirnya kotoran yang menyumbat telinga itu berhasil di'aman'kan! Dan Nayla pun merasakan kupingnya lebih enakan, gatalnya berkurang dan terasa lapang.

Finally, saya jadi malu sendiri karena telah meremehkan kemampuan dokter umum ini. Sebodoh-bodohnya dokter umum, tentu saja lebih pintar dari rakyat jelata seperti saya, hehehe...

Milanur Almair, November 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik