Rindu Mengepul pada Si Tempe Kemul

Rasanya baru kemarin saya mencicipi gurih dan renyahnya kuliner ini, kini saya ingiiiiin menikmatinya lagi. Tapi di mana ya? Sepanjang jalan indusri Cikarang Cibarusah, bahkan di food court yang pernah saya singgahi, rasanya saya belum pernah menemukan ada yang menjual Tempe Kemul ini.
foto: dokpri

Dua jam setelah kedatangan saya di kota Wonosobo Rabu 13 Mei 2015 lalu, sahabat saya, Vivit, langsung menjamu kami dengan kuliner yang lezat ini, Tempe Kemul yang artinya tempe berselimut.
Asal muasal namanya konon karena di daerah lereng Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing ini umumnya berhawa dingin, jadinya goreng tempenya juga diberi selimut biar tetap hangat. Hehehe... 

Sebenarnya Tempe Kemul ini kurang lebih sama dengan tempe mendoan biasa. Hanya saja jika tempe mendoan digoreng dengan tekstur tepung yang lembek, tidak dengan Tempe Kemul. Tepung yang digunakan untuk selimut tempe yang digoreng dibuat lebar-lebar, gurih dan renyah. Pokoknya makyos dah! Apalagi disantap dengan teh hangat khas Wonosobo, hmmmmm....sedaaap!

Bagi Anda yang kebetulan melewati atau bertandang ke kota yang banyak perkebunan tembakaunya, tak rugi jika mampir untuk menikmati kuliner ini.

Ah, Tempe Kemul, ai lop yu puulllll!!!

Hegas, 18 Mei 2015


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik