Nulis atau Bisnis???




"Mbak Mila...masih nuliskah?"

Entah kenapa seorang sahabat bertanya demikian via inbox.

Sejenak saya tertegun. Pertanyaannya susah-susah gampang untuk dijawab. Jauh dalam hati saya mencium aroma kekhawatiran menempel pada dua kerat pertanyaannya,"masih nuliskah?"

Mungkin ia agak bingung tatkala melongok kronologi akun sosmed saya yang akhir-akhir ini luber
dengan status berbau bisnis. Bisnis yang sedang saya tekuni saat ini.

Well, saya hanya bersikap realistis. Saya memang suka menulis, tapi jujur untuk saat ini --entah di masa akan datang--kesukaan itu tak ingin saya intervensi dengan kebutuhan akan uang sebagai sumber pemasukan.

Saat ini murni saya ingin berbagi lewat tulisan, bukan karena mengejar honor, menuntut bayaran, ingin segera ngetop lalu dipinang penerbit kondang,  untuk kemudian ongkang-ongkang kaki mengunyah royalti!

Saya punya impian jangka pendek dan jangka panjang. Untuk sementara saya ingin menggapai impian jangka pendek dulu yang rasanya akan sangat sulit terkabul jika saya terus menulis di genre fiksi. Sebab terganjal idealisme saya tadi.

Bagi saya pribadi, membayangkan uang saat proses kreatif dalam menulis, hanya akan mengaburkan ide, memandegkan alur, mengotori plot, menumpulkan konflik sekaligus menghambarkan ending. Itu saya saat ini. Mungkin tidak berlaku bagi orang lain. Entahlah, saya juga tak mengerti, jika memikirkan honor, semua ide selalu menguap begitu saja. Kepala jadi bebal dan tumpul!

"Tapi J.K Rowling bisa jadi milyuner gara-gara menulis!"

Itu penulis luar sana, jangan samakan dengan penulis dalam negeri, di mana penduduknya lebih rela berjuta uang mereka ditukar dengan gadget paling gres daripada buku yang baru rilis! Saya perhatikan, bahkan penulis terkenal sekalipun jika tinggal di Indonesia, tetap memiliki sumber pendapatan lain. Tak 100% menggantungkan hidup dari royalti buku mereka yang sudah terbit.

Jadi buat sahabat yang merasa khawatir saya berhenti menulis karena terlalu sibuk berbisnis, percayalah...saya tak akan melupakan aktivitas yang satu itu. Sekarang pun saya mencoba 'mengawinkan' antara renjana nulis dan  bisnis.

Lihatlah status promo bisnis yang saya buat, sebisa mungkin  saya olah sendiri teksnya. Saya buat tak sama persis dengan teks asli, mungkin bisa disebut menyadur dalam bahasa literasi. FYI, dalam bisnis saya plagiasi itu mubah hukumnya...hehehe

"Jadi...Mbak Mila nantinya milih nulis  apa bisnis?"

Aiihhh...dia nanya lagi!!!

C5/21
Milanur Almair 24/8/15


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik