Nikmatnya Kuliner Jadul Doko'-doko' Berendam

Saya berusaha mengingat-ingat kapan terakhir kali mengudap makanan ini. Sepertinya masih SD mungkin kelas satu atau dua. Melihat penampakannya di display picture BBM seorang teman yang hobi baking, awalnya saya lupa. Tapi lezatnya masih terbayang di lidah. Apalagi krimnya yang manis-manis gurih itu, membuat saya terkenang kembali dulu 'rajin' memilih jajanan tersebut justru karena ingin menikmati krim-nya, hehehe....

foto: dokpri

Januari kemarin, kebetulan ada adik sepupu saya yang main ke rumah dan menginap kurang lebih
sebulan. Namanya Kak Yuli. Kebetulan doi pintar masak. Lewat kecekatan tangannya saya kembali 'reuni' dengan Doko'-doko' Berendam ini.

Bahannya dan cara membuatnya ternyata sangat sederhana. Hanya butuh tepung ketan, gula merah, sedikit kapur dan santan kental. Tepung ketan dicampur sedikit kapur lalu diuleni hingga kalis. Lalu dibentuk bulat-bulat setelah diisi dengan gula merah sebagai intinya. Cemplungkan pada air mendidih, jika telah mengapung, angkat. Untuk krimnya, hanya santan kental yang dimasak dengan daun pandan, vanili, sedikit gula dan garam. 

foto: Chicha (Nayla Cakes)

Kemarin saya bikin dua versi. Yang pertama dengan isian gula merah serta pewarna hijau pada adonan. Untuk yang ini sebaiknya krimnya tak perlu manis, sebab jika dimakan bersamaan manisnya jadi berlebihan. Yang kedua Doko'-doko' tanpa isi dan tanpa warna. Jadi hanya bulatan tepung ketan saja yang dibuat agak mini. Nah, untuk yang ini krimnya sebaiknya lebih manis. Makin kental santan, makin gurih taste yang didapatkan.

Psst, ternyata banyak juga orang asli Sambas yang belum pernah mencicipi kuliner jadul ini! Termasuk kakak dan adik saya sendiri, hehehe...! Mungkin karena kelangkaannya tadi. Anda berminat mencoba? Dijamin nikmat disantap hangat-hangat di musim penghujan. Selain itu tentu saja bisa berpartisipasi melestarikan kuliner khas daerah Sambas, Kalimantan Barat.

Hegas, 24 Feb 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik