Mobil vs Forklift

"Bun, nanti kita mau beli mobil apa?"

Nayla yang sedang berada di jok bagian depan sepeda motor bertanya tiba-tiba. Mungkin ia bosan komat-kamit menunjuk mobil-mobil yang melewati kami sambil tak lupa menyebutkan merknya.

Aneh, bagaimana ia bisa menyebutkan merk mobil hanya dengan melihat bodinya saja? Jujur, saya saja tak bisa membedakan mana Honda Jazz mana Toyota Yarris, hahaha...IQ jongkok!

"Gak ah, Nay! Ayah belum bisa nyetir!"

Saya berkilah. Padahal dalam hati, pengen juga sih punya tongkrongan di garasi. Terutama untuk bepergian jarak jauh atau ketika cuaca tak bersahabat. Ditambah lagi Nayla makin bongsor, Beat kami mulai tak nyaman lagi jika disesaki dengan dua penumpang.

Untung saja saya masih rajin diet, coba kalau badan saya membengkak, dijamin motor kami sudah tak muat. Hahaha...

"Kata siapa Ayah gak bisa nyetir? Kemarin Ayah udah belajar bawa Avanza muter-muter Cikarang Baru. Di tempat kerja, Ayah biasa nyetir forklift!" Suami yang sedang memacu motornya menyahut. Tak mau kalah.

"Diih, beda kali nyetir forklift ama mobil!" Saya tertawa sambil mencibir. Tak percaya dengan kebenaran ucapannya. Ah, dasar laki-laki makhluk superior, selalu tak terima jika dianggap tak bisa!

"Samalah, pengoperasiannya kurang lebih kok!"

"Ya, bedalah, Yah! Dari bodi aja jauh! Mobil ada bumper, ada kapnya, pandangan jadi terbatas. Forklift kan enggak!" Saya sewot.

"Ah, sama kok!"

"Beda!"

"Sama!"

"Beda, ih, ngeyel!"

Nayla yang mendengar kami berdebat lalu bertanya lugu. Pertanyaannya serentak membuat kami terbahak.

"Kalo gitu, kita jadinya beli forklift ya, Bun?"

Hadeuuh...!!!


Hegas, 25 Maret 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik