Uniknya Pasangan Penjual Beras Ini!

Saya sering tak 'berjodoh' dengan mereka. Beberapa hari sekali keduanya berkeliling kompleks menjajakan beras. Giliran lewat selalu saja dalam kondisi stok beras sudah tersedia. Ketika habis, pasangan suami istri ini malah tak kunjung beredar agar saya bisa membeli beras sekaligus mengabadikan uniknya cara mereka melayani pembeli.

Sang suami penyandang tunanetra. Berdua mereka saling membahu berjualan mengitari jalan
sempit perumahan. Si istri sebagai penunjuk arah sekaligus yang berteriak 'beras, beras', suami yang mendorong gerobaknya.

Yang menarik adalah saat ada yang membeli. Biasanya si istri yang menakar, suami yang menghitung jumlah literannya. Ibu berpostur kurus itu ternyata buta aksara, tak bisa berhitung pun membaca.

Meski buta, yang memegang uang justru suaminya. Aneh bin ajaib, berapa pun uang kertas yang diterima, bapak buta itu bisa mengetahui nominalnya, dengan cara membelai seksama uang yang ia terima. Kita yang melek belum tentu bisa membedakan uang kertas dua ribu, lima ribu, sepuluh ribu dan seterusnya.

Jadi meski si bapak itu buta dan istrinya tak bisa membaca, jangan pernah berpikir untuk menipu mereka ya? Sayang, hingga sekarang saya belum sempat berbincang-bincang dan mengajak keduanya kenalan!

Cikpus, Agustus 2015

Foto : dokpri 



Komentar

Posting Komentar

Komen aja, jangan malu-malu! ^_^

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik