Buat Pembaca Terkencing-kencing karena Opening

Kenapa harus mengulas opening? Sebab, masih banyak dari kita yang menyepelekan kekuatan kalimat pembuka dalam cerita ini. Menulis asal bercerita agar terkesan mengalir. Hanyut dalam lautan diksi, tersesat di rimba konflik atau malah stag dan bingung meneruskan tulisan disebabkan alur yang berkitar-kitar!


Sepanjang dan sebagus apapun tulisan yang kita buat, tak akan berguna jika openingnya gagal
menyeret pembaca untuk tenggelam lebih dalam menikmati hingga di ujung kalimat yang berakhir dengan dua kata; 'the end'!

Selain kekuatan judul, layaknya akan membeli sebuah rumah idaman, opening cerita bertindak sebagai pintu masuk bagi pembaca. Apakah ia akan meneruskan langkah melihat ruang-ruang lain di bagian dalam, atau cukup sampai di mulut pintu saja. Mungkin karena dari luar rumah sudah terlihat jorok, jelek, tak memadai, membosankan atau bahkan terkesan seram dan membahayakan.

Beda halnya jika rumah yang akan kita masuki terlihat begitu memukau dari luar. Baru di teras saja desain dan arsitekturnya sudah begitu lain dari yang lain.

Saat di depan pintu, pemandangan di ruang tamu juga tak kalah membuat takjub, sehingga kita tak dapat menahan kaki untuk melangkah ke dalam.

Sampai di dalam, tampilan semakin memesona mata, hingga tak sadar membuat kaki mengarah ke ruang tengah, ruang tidur, dapur , kamar mandi dan sebagainya.

Begitu juga opening sebuah cerita. Judul yang memicu ingin tahu, bisa menular jika di bagian ini sudah membuat pembaca terhipnotis dan penasaran ingin melanjutkan ke paragraf berikutnya. Itu tanda bahwa opening kita berhasil memikat pembaca.

Bisa jadi pembaca yang sedianya ingin BAK ke kamar mandi akan menunda hasratnya jika opening yang kita suguhkan membuat keingintahuan mereka terpancing. Akibatnya pembaca bisa terkencing-kencing di celana akibat tak mau melewatkan opening cerita yang terlanjur membuat mereka tak mampu beranjak dari tempat semula.

Jadi opening keren bisa membuat pembaca terkencing-kencing, bukan? Hahaha...
#gak nyambung pisan ieu mah :D


Hegas, 19 April 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik