Ngidam yang Aneh

Suatu hari seorang rekan sesama FLP Bekasi, Mbak Fatimah, menghubungi via SMS untuk menanyakan cetak ulang buku kami kemarin. Tumben, biasanya kami kontak lewat WA.

Rupanya ia jeli dengan keheranan saya. Ia menyatakan alasan kenapa tak mau mengontak saya via WhatsApp. Rupa-rupanya ia kembali akan dikaruniai seorang bayi lagi. Ia sedang ngidam.  Ngidamnya sangat aneh dan langka; pusing dan mual jika ber WhatsApp ria! Loh???


Kata orang, ngidam itu sebagian besar disebabkan faktor psikologis, sisanya faktor hormonal.
Mungkin ada benarnya. Sebab tak sedikit ibu-ibu mengaku, saat belum ketahuan berbadan dua, ia baik-baik saja. Tapi saat dinyatakan positif hamil oleh dokter, mulai deh bertingkah alias ngidam macam-macam, hehehe...

Dulu ngidam saya juga agak aneh. Saya benci mencium udara yang keluar dari hidung suami. Benci bau kamar mandi dan benci dengan segala bau yang keluar dari dapur, misal bau bawang, minyak tanah dll. Bahkan mendengar tetangga goncreng-goncreng memasak saja sebalnya minta ampun.

Saling sebalnya pernah saya terbangun di tengah malam, gegara suami diam-diam 'menyelundupkan' nasi goreng yang ia beli untuk dimakan di dapur. Saat itu ia pulang malam, kami masih tinggal di kontrakan dua ruang. Meski sudah dibungkus kresek, saya masih bisa mencium aroma bawang.

Karena hal itu, dua bulan saya hanya makan dan tidur. Bebas dari semua aktivitas dapur. Kasihan juga melihat suami, harus kembali seperti bujangan lagi. Nyuci, gosok, beres-beres semua diambil alih olehnya.

Parahnya saat fase ngidam ini, tak semua makanan dan minuman diterima lambung. Makanan apa saja saya doyan dan masuk ke mulut, tapi kebanyakan berakhir di kamar mandi; emesis berat! Saya masih ingat pagi dan sore cuma makan bubur kacang hijau dan kraker sayur rasa keju.

Ada satu ngidam aneh saya yang terbawa sampai sekarang. Jika menemukan nyamuk mati, saya suka meremas jasadnya di jari. Setelah itu membauinya, hm sedap! Aromanya gurih-gurih gimanaaaa gitu, hehehe...


Hegas, 25 Maret 2015

Foto: google image

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik