MLM Ini Tak Seseram yang Anda Bayangkan!


"MCI itu MLM ya? Makasih deh Mbak, gak minat klo MLM mah!"

Whohohoho...sebegitu seramkah MLM di mata Anda?

Yup...dulu saya juga termasuk satu dari sekian milyar orang yang tak tertarik dengan bisnis berbasis MLM (Multi Level Marketing). Sebab sebelumnya ada 5 bisnis MLM yang pernah saya ikuti (2 di
antaranya double register karena expired). Kelimanya berakhir dengan ketidakpuasan.

Kenapa?

Pertama, setelah register sebagai member, jika ingin mendapat hadiah atau bonus biasanya ada kewajiban belanja sekian-sekian. Selain kewajiban rekrut tentunya. Ada yang harus belanja per minggu, ada juga per bulan. Gak belanja ya gak dapat hadiah!

Kedua, barang susah didapat. Kan gak lucu, udah nyebar katalog, giliran banyak yang pesan, satu pun barang gak ada stok di stokis atau distributor! Bikin malu saya ajahh!

Ketiga, tutup poin. Ini adalah akumulasi belanja yang harus dicapai seorang member sebagai syarat kenaikan jenjang karir /level yang ingin dicapai. Makin tinggi levelnya, makin besar kewajiban belanjanya.

Keempat, belanja bersyarat. Kalau ingin dapat barang ini harus sepaket dengan barang itu. Sementara dalam satu katalog tak semua barang diorder customer. Alhasil, demi mendapatkan barang yang dimaksud, saya harus belanja banyak barang yang membuat barang menumpuk d rumah. Mending sepaketnya cm 100-200rb, satu barang dbandrol sampai 1-2 jutaan...haddeuh gimana gak pusing pala barbie...:'(

Kelima, dicuekin! Yup, setelah jadi member, dibiarkan begitu saja. Tak ada telepon atau SMS berbagi ilmu. Minimal berbagi pengalaman bagaimana menapaki karir cemerlang di MLM bersangkutan. Kalau bertanya kabar paling nanyain mau pesan katalog berapa dan nawarin paket bulanan berikutnya. Plus sedikit warning bahwa produk A dan  B tak bisa dibeli secara terpisah, atau langka!

Tapi, setelah join di MCI keseraman dan ketidaknyamanan di atas tak terjadi. Sejak bergabung akhir Oktober tahun lalu, saya enjoy saja menjalankan bisnisnya. Pernah mengalami hambatan sedikit (akan saya ceritakan di halaman lain) tapi ternyata itu hanyalah kerikil kecil yang mencoba menghalangi langkah saya untuk serius di bisnis ini.

Bergabung dengan membeli paket produk yang memang saya butuhkan. Lalu ada teman tertarik ingin beli juga, saya dapat bonus. Bonusnya cair juga gak pakai lama. Ada yang beli, dapat bonus lagi. Begitu seterusnya. Tak ada kewajiban harus belanja sekian-sekian. Tak ada keharusan tutup poin sekian juta per bulan. Setiap ada order masuk, barang selalu ready. Produk bisa beli satuan, tak mesti beli sepaket. 

Dan yang paling menyenangkan adalah support system dan support dari leader langsung kepada member-member baru. Saya yang baru merangkak ini dengan mudah berkonsultasi langsung dengan leader-leader yang sudah sukses di MCI. Tak ada sekat, tanpa batas. Mereka dengan senang hati berbagi ilmu, waktu dan sharing pengalaman. Padahal saya bukanlah siapa-siapa. Ah, jadi terharu sayahhh...:')

So, masih ragu berbisnis di MCI?

Hegas, 01 Mei 2015




















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik