Tragedi Jari Telunjuk

Pernah seorang teman di grup menulis WhatsApp mencak-mencak dan ngamuk akibat sebuah emotikon. Entah ia sedang bad mood atau lagi PMS, tiba-tiba teman saya ini langsung berkomentar pedas gegara hal di atas.


Ia tak terima dengan emotikon bergambar jari telunjuk yang mengarah pada kolom komentar
miliknya. Kebetulan saat itu kami sedang membahas tema sensitif di grup, masalah uang. Hm....

Padahal, si pengirim emo tak bermaksud demikian. Ia memilih emo tersebut murni untuk menunjukkan pada teman lain yang ketinggalan obrolan untuk menyisir kembali tema apa yang sedang dibicarakan. Hm....

Tapi, teman yang marah ini berpendapat lain. Ia berasumsi bahwa emo jari telunjuk itu seakan diarahkan pada dirinya, sambil menukil kalimat bijak yang mungkin ia cuplik di dunia maya,"satu telunjuk mengarah pada orang lain, sisanya mengarah pada diri sendiri." Hm...lagi!

Emotikon, seberapapun kecil bentuknya, ternyata berdampak besar dalam menentukan baik buruknya interaksi antar manusia di dunia maya.

Salah emo, bisa berabe. Seorang teman pernah juga tersinggung berat, gara-gara emo cium yang dikirimkan seorang lawan jenis di obrolan. Ada juga yang salah mengartikan seperti kasus di atas. Ada juga yang salah pilih emo, tapi terlanjur dikirim. Mau tak mau terpaksa diralat dan diganti emotikon lain sebagai permintaan maaf. Kisah sedih diberi emo ketawa misalnya, atau kisah lucu malah dibalas emo cemberut.

Sebuah emotikon mungkin terlihat kecil dan sepele, tapi ia mampu mewakili perasaan terbesar yang sedang mewarnai hati pengirimnya...

Anda setuju???

Hegas, 15 Maret 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik