Cinta Tempoe Doeloe

Kata orang cinta orang jaman dulu lebih awet ketimbang manusia jaman sekarang. Kenapa ya? Mungkin di masa lampau, semua masih serba sederhana. Godaan panca indera juga masih minim. TV tak semua orang memiliki. Sehingga indera penglihatan lebih terjaga. Tak ada media sosial. Paling eksis hanya radio itu juga cuma bisa didengar suaranya.

Umak and Bapakku

Sebenarnya saya hanya ingin mengulik kisah cinta bapak dan ibu. Hingga sesenja sekarang, mereka
masih nampak saling mencintai. Merasa tak lengkap jika tak ada yang lain.


Padahal mereka menikah karena dijodohkan. Masih terhitung kerabat. Otomatis tak ada yang namanya cinta-cintaan atau pacaran. Asli rasa di antara keduanya hadir setelah menikah.

Bandingkan dengan jaman sekarang. Di mana anak gadis maupun perjaka lebih memiliki kebebasan dalam memilih calon pendamping hidup mereka. Tapi, kenapa justru tak sedikit yang bisa bertahan lama?

Ah, jaman memang sudah berubah. Pergeseran nilai, budaya serta pola pikir membuat pernikahan menjadi rentan. Ditambah lagi dengan campur tangan kemajuan teknologi dan kecanggihan media sosial. Perjuangan menggapai pernikahan yang abadi hingga maut memisahkan, serta meraih ending cerita berbunyi '...and they lived happily ever after!' makin berat saja.

Padahal cinta tempoe doeloe ini menurut saya wajib ditiru dan dilestarikan. Cinta mereka cinta yang beda. Begitu sederhana. Tak banyak kata, lebih ke tindakan nyata. Tak menuntut pasangan apalagi meniru. Minim takut kehilangan, juga tak banyak cemburu.

Bisakah kita pasangan generasi sekarang mewarisi cinta yang sedemikian? Wallahu'alam

Hegas,01 April 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik