Posting Tiap Hari Tanda Penulis Malas?

Saya pikir penulis rajin itu yang sering posting tiap saat. Pagi, siang, sore, tak kenal tempat dan waktu. Tak seperti saya, nulis sih tiap hari. Tapi kalau posting? Nanti dulu!


Kadang gegara kelamaan tak diposting, tulisan terlanjur basi. Coretan berbulan lalu, tak diselesaikan. Giliran finish, temanya sudah ketinggalan zaman, hehehe....Jadi mubazir deh, tuh naskah terpaksa
dibuang ke kotak sampah. Sudah tak relevan dengan kondisi sekarang.

Saya jadi ingat saat awal join grup Komunitas Bisa Menulis (KBM). Posting naskah adalah pekerjaan yang mendebarkan. Ngeri-ngeri sedap jika membayangkannya. Baguskah karya  saya? Layakkah dibaca? Memalukankah isinya? Bagaimana kritiknya nanti? Sadiskah? Beuhh, setelah posting tubuh jadi panas dingin. Menanti naskah saya dikritik, dicaci, dimaki atau mungkin dipuji.

Itulah sebabnya, saya tak terlalu akrab dengan tombol publish. Waktu di Kompasiana dulu juga begitu. Sekarang saya mendapati kenyataan teori demikian, bahwa penulis malas ciri-cirinya adalah yang posting tiap hari. How come?

Begini, maksud kalimat di atas adalah mengarah pada penulis yang tak melakukan editing terlebih dahulu. Begitu selesai diketik, langsung dipublikasikan. Padahal, saya pernah baca bahwa hampir semua penulis terkenal melakukan yang namanya pengendapan naskah, baru editing. 

Begitu naskah selesai dibuat, simpan dan lupakan. Biarkan mengendap beberapa hari. Ketika dirasa cukup, baru tengok kembali dan buat editing yang sesungguhnya. Mungkin kita akan menemukan kata yang berulang, struktur kalimat yang tak tepat, taste cerita terlalu datar, diksi yang kurang menarik, atau bisa jadi ada tanda baca yang salah tempat.

Hal itu tak bisa dilakukan jika kita posting tiap hari dengan ritme ketik, selesai, langsung publish. Tak menyisakan waktu untuk mengedit tulisan. Sehingga tak salah jika yang demikian disebut sebagai penulis malas!

Hm, judul di atas sebaiknya diluruskan saja ya? Bahwa penulis yang posting tanpa editing tiap hari adalah penulis malas, setuju???

Hegas, 10 Maret 2015




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik