Job Review


Pertama kali mendengar istilah job review itu sekitar setahun yang lalu. Seorang teman yang mengenalkan saya pada aktivitas yang sangat erat kaitannya dengan seorang blogger ini. Meskipun saya ngeblog sejak 2011, tapi saya tak pernah benar-benar terjun di dunia ini. Mungkin karena waktu itu masih nebeng di blog gratisan. Jadi ya, posting tulisan juga moody, semau gue kata orang.

Beberapa bulan belakangan saya aktif lagi ngeblog setelah memutuskan untuk membeli domain sendiri. Selain terlihat lebih profesional, blog pribadi juga mendorong saya lebih bertanggung jawab untuk mengelolanya. Meski untuk memposting tulisan sehari satu artikel saja butuh mood booster dosis tinggi. Maklum saya tak bisa setiap jam dan waktu memelototi laptop. Tugas utama sebagai ibu, direct seller, kegiatan di komunitas, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan di luar rumah membuat saya harus pandai-pandai menyempatkan diri agar blog saya terisi.

Nah, salah satu cara agar blog yang kita punya bisa menghidupi dirinya sendiri adalah dengan menerima job review. Blogger biasanya menulis review tentang barang dan jasa, entah itu alat  dan produk kecantikan, perlengkapan rumah tangga, makanan, kupon belanja, hotel murah, restoran, tempat liburan, bahkan rupa-rupa hiburan seperti musik, film, games dan lain sebagainya. Semacam iklan atau promosi tak langsung. Oleh sebab itulah, dengan review tersebut blogger dibayar. Bisa jadi karena postingan mereka, produk yang di-review bisa dikenal orang yang membaca blognya dan laku.

Saya pernah melakukan job review tapi yang tidak berbayar, alias saya memang suka menulis tentang produk barang dan jasa tersebut di blog saya. Hitung-hitung sebagai latihan jika suatu saat nanti ada brand tertentu yang berkenan memakai jasa saya untuk me-review produk mereka.

Produk yang saya review secara gratis adalah yang telah saya gunakan sendiri. Jadi review sambil sharing pengalaman menggunakan produk tersebut. Menurut saya ini lebih menarik pembaca dibanding kita me-review produk yang kita sama sekali 'buta'. Kalau pun memang demikian adanya, informasi tentang produk yang akan di-review harus benar-benar kita kuasai. Entah dari sisi keunggulan, harga, manfaat, maupun hal lain yang kiranya menarik untuk diketahui konsumen atau calon pembeli atau pengguna.

Jujur, saya masih belum sampai di tahap sempurna dan meraba-raba dalam me-review yang baik dan benar itu bagaimana. Ada yang mau berbagi ilmu?

Hegas, 06 Maret 2015

 foto: google image








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik