Dibuang Sayang!

"Mbak, kira-kira bisa jualin HP bekas punya saya gak?" Iseng saya bertanya pada teman yang kebetulan memiliki counter HP di lantai dasar zona kuning Sentra Grosir Cikarang.


"Yah, kalo HP bekas mah susah ngejualnya! Gak ada yang minat. Soalnya HP baru sekarang banyak yang murah meriah sih!" Ia menjawab dengan mimik yang mematahkan semangat.

Bingung juga. Apa yang harus saya lakukan dengan deretan HP bekas ini. Dijual tak laku.
Dihibahkan tak ada yang mau. Secara kini orang-orang memiliki gadget lebih pada pertimbangan gengsi dibanding fungsi. Apalagi HP berfitur canggih dengan harga terjangkau makin marak diproduksi.

Ingin rasanya dilempar ke tukang rongsok. Tapi, dasar saya orangnya sentimentil, sangat tak tega melihat ponsel yang telah banyak berjasa itu harus berakhir di tangan pemulung. Akhirnya satu persatu ponsel yang sudah uzur itu memenuhi laci lemari. 

Memang ada sebagian yang sudah mati total, tapi beberapa diantaranya masih berfungsi. Hanya saja--entah kenapa--baterainya susah diisi. Pernah sekali saya berinisiatif membawanya ke tukang servis. Namun tetap saja tak bisa diselamatkan sebab suku cadangnya sudah tak tersedia. Susah dicari.

Mereka memang nampak sangat tak berharga. Tapi jasa mereka serta kenangan yang ada di dalamnya sungguh memberi sejarah tersendiri di hidup saya. 

Hm, tuh kan sentimentilnya kumat lagi! Hadeeuh...>0<

Hegas, 27 Februari 2015




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik