Suami Bantu Istri, Kenapa Tidak?

Mendadak saya terbangun sebelum alarm pagi berbunyi. Terdengar kerontang piring sendok beradu di dapur ditingkah kucuran air di sinc cucian piring. Siapa sepagi ini sudah bermain air? Jangan-jangan Si Nayla...


Sedikit gusar saya keluar kamar. Begitu menengok ke dapur, terlihatlah pemandangan paling indah

bagi saya di dunia; suami sedang berdiri sambil asyik mencuci piring mangkok bekas makan malam. Amboiii..., that's so sweet! :p

Ada saat tertentu, momen langka dan sangat jarang dilakukan olehnya--lelaki yang saat ini saya sebut sebagai suami--seperti ini. Kadang, tak hanya cuci piring, lain kali ia memberi 'kejutan' dengan mengepel seluruh ruangan sebelum saya sempat menjamah tetek bengek urusan rumah tangga.

Aslinya suami adalah laki-laki mandiri. Sejak SMU hingga kuliah sambil bekerja, ia tinggal jauh dari orang tua, anak kost. Jadi ia terbiasa mengerjakan sendiri segala urusan seperti menyapu, mengepel, mencuci dan menyeterika pakaiannya.

Hingga begitu menikah semua urusan itu menjadi tugas saya sebagai istrinya. Jujur, saya rindu ingin melihatnya kembali 'mencicipi' tugas yang kini sudah tak jadi prioritasnya lagi. Bukan sebagai bentuk kecemburuan, tapi saya tak menampik, rasanya memang sangat menyenangkan melihat suami sesekali 'mengganggu' tugas saya sebagai seorang istri maupun ibu. Entah itu dengan memasak--walau tak enak--, mengantar tidur putri kami hingga menggosok bajunya sendiri. Ingat, sesekali, bukan tiap hari.

Meski ada pendapat ulama yang mengatakan bahwa semua urusan rumah tangga seyogyanya adalah kewajiban suami, saya tak hendak menggunakan dalil itu sebagai alasan untuk memaksa suami mengambil alih beban urusan rumah tangga. Tidak! Itu tetap tugas saya, tugas suami tetap sebagai pencari nafkah. Hanya saja, ya sesekali, mungkin sekali dalam setahun, tak ada salahnya bukan, suami menyenangkan istri dengan hal-hal sepele semacam ini?

Lelaki paling baik di dunia adalah yang paling baik pada istrinya! Tak perlu muluk menguntai kata cinta puitis berikut seikat bunga nan wangi, cukup dengan hal kecil tapi menyentuh hati, itu sudah cukup bagi kami, para istri!

Hegas, 14 Februari 2015

Komentar

  1. Aahh so sweetnyooo hhii..
    Krna kjutan skecil apapun itu mmpu mmberi kbhagiaan tiada tara :D

    Knjungan prdana kak
    Tafaddhol jg jlan2 ke ayaristory.blogspot.com

    •^^•

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Anis, senang dikunjungi teman baru, Insya allah, meluncur ya?

      Hapus

Posting Komentar

Komen aja, jangan malu-malu! ^_^

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik