Serunya Inagurasi FLP Bekasi Angkatan XI

Hari yang dinanti akhirnya tiba. Setelah sembilan bulan lamanya mengikuti pelatihan menulis dwi mingguan, saatnya pengukuhan kami dari Pramuda menjadi anggota Muda Forum Lingkar Pena (FLP) Bekasi untuk angkatan ke-11.

Inagurasi kali ini diadakan di bumi perkemahan dan outbound Kalam Pekopen, Tambun. Sekitar
pukul 08.00 pagi kami sudah tiba di lokasi. Untuk sesi awal diisi dengan pembentukan grup, yel-yel, mengisi data diri, hingga tes-tes tertulis mengenai FLP dan dunia literasi. Berhubung kami hanya berenam, jadi terbentuk tiga grup saja. Grup 1 saya dan Kiki, grup 2 Anggi dan Anggia, dan grup 3 Tia dan Arfah. Tiap group yang terbentuk disuguhi games di tiap pos. Ada 4 pos yang disediakan. Selain games juga diberikan perintah berupa tes lisan dan tulisan.

Pada pos pertama, kami disuruh membuat puisi berantai. Saya mati kutu jika harus membuat karya spontan begini. Akhirnya cuma dua baris puisi yang sanggup dibuat. Game-nya adalah mengarahkan teman melewati jalan berliku yang dibatasi tali hanya dengan suara dan mata ditutup kain hitam. Habis suara saya karena tak henti-henti berteriak. Sayang, grup saya kalah. Hasilnya harus rela wajah kami dipoles biru larutan blau.

Di pos kedua, kami ditantang mengisi wadah dengan air hingga tutup botol yang mengambang di atasnya keluar. Secara estafet saya dan Kiki mengisi air menggunakan gelas yang diikat di jidat, tanpa bantuan tangan. Lagi-lagi grup saya kalah. Baluran biru blau pun bertambah!

Menuju pos 3, kami malah dihentikan di pos 4. Grup dibagi, saya dan Kiki di pos 4, grup Anggi dan Tia di pos 3. Di Pos 4 ini kami berhadapan dengan dua dedengkot FLP Bekasi, yaitu Mbak Wiwik Sulistyowati dan Kak Sudiyanto, yang sekarang menjabat Ketua FLP Wilayah Jakarta Raya.

Di sini, kami diperintahkan untuk mencarikan dua buah buku yang disimpan di pondok yang berada di belakang bangku tempat keduanya duduk. Saya langsung teringat acara menjahili orang di TV. Saya pikir ada sesuatu yang mengerikan di dalam rumah yang gelap itu. Mungkin ada pocong, bisa jadi mereka taruh biawak di situ, hehehe

Ternyata tak seseram bayangan. Kedua buku dengan mudah kami dapatkan. Perintahnya adalah mencari kalimat yang berkesan dalam waktu tiga menit. Setelah itu harus diuraikan dengan deklamasi berikut alasan kenapa memilih kalimat tersebut. Saya dan Kiki melewati semuanya dengan lancar.

Tibalah di pos selanjutnya. Di sini kami mendapat tes lisan dan tulisan. Sedangkan game yang harus dimainkan adalah membawa sebatang lilin dalam keadaan menyala di dalam gelas, sambil disiram air dari segala penjuru. Lumayan sukses, meski cuma sekali jalan.

Akhirnya, jelang acara berakhir, kami masih 'dikerjai' dengan mengelilingi area outbound sambil mencari sesuatu setelah sebelumnya diberi potongan kertas sebagai clue. Pada akhirnya setelah lelah berputar-putar akhirnya kami tahu yang dimaksud adalah sertifikat. Haddeuh...

Acara inagurasi ditutup dengan penyerahan sertifikat secara simbolik, dan juga penyerahan buku antologi pramuda yang sudah terbit sehari sebelumnya. Tak ketinggalan kami berfoto bersama, peserta dan panitia pelaksana inagurasi.

Jelang maghrib kami pulang. Cukup sudah having fun-nya hari ini. Lelah tapi happy! Sekarang saya punya keluarga baru lagi dalam dunia literasi, keluarga besar FLP Bekasi...^_^

Hegas, 16 Februari 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik