Pilih Buku atau Baju?

Malu saya! Ternyata keinginan  untuk jadi penulis belum didukung dengan ikhtiar kuat yang mengarah ke sana. Kenapa? Sebab wawasan saya tentang penulis Indonesia maupun dunia masih bisa dihitung dengan jari!

beli buku atau...


Saat inagurasi FLP Bekasi Angkatan XI yang dilaksanakan Minggu, 15 Februari 2015 kemarin, ada sesi semacam tes tertulis dengan mencocokkan penulis terkenal dan karya mereka baik dalam
maupun luar negeri. Dari 20 soal yang disodorkan, saya hanya mengetahui 10 saja! Payah! Saya benar-benar minim pengetahuan tentang penulis-penulis dunia.

Meski sempat diumumkan oleh Mbak Wiwik, mantan Ketua FLP Bekasi yang menyempatkan hadir di sana,  hasil tes saya sebagai satu dari dua peraih poin tertinggi, tetap saja saya malu hati.

Jujur, saat beli buku saya masih membatasi diri untuk tidak 'kalap' meski hasrat untuk memborong semua buku yang belum saya punya begitu bergelora. Saya batasi maksimal 100-150 ribu rupiah uang yang dialokasi untuk beli buku. Meski harganya jarang menyentuh angka itu. Sebab, saya lebih sering nongkrong di rak buku-buku broken, dibanding ke bagian best seller! Secara lebih murmer, hehehe...

Tapi, kalau sudah bicara beli baju, hm...jangan ditanya! Tak ada batasan untuk itu selama saya suka dan suami mengizinkan. Saya bisa mencap mahal sebuah buku yang berbandrol di atas 100 ribu, tapi bisa menolerir harga baju yang bahkan lebih mahal dari itu! Sangat tidak adil, bukan?

beli baju???
Dulu saya tak ambil pusing jika baju resmi cuma ada 2-3 biji di lemari. Sekarang setelah aktif mengikuti berbagai kegiatan di luar, saya baru menyadari ternyata baju saya itu-itu saja. Jadi saya selalu tergoda untuk menambah koleksi agar tak bosan dikenakan di setiap kegiatan.

Sudah saatnya saya mereformasi diri dan meresapkan kalimat ini baik-baik, bahwa tak ada kata mahal untuk sebuah buku, sebab di dalamnya berisi berbagai disiplin ilmu. Ilmu yang bila dipraktekkan bisa menambah pengetahuan. Jika disebar bisa bermanfaat bagi orang-orang sekitar.

Tapi, sekali lagi...bagi wanita lemah seperti saya (halah..) godaan untuk beli baju memang lebih dahsyat dibanding buku!

Hegas, 19 Februari  2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik