Wisata Kota Toea, Back to Djadoel

Minggoe kemarin, pelatihan Pramoeda FLP Bekasi menjoegoehkan tema travel writing. Destinasinja ke Kota Toea. Hm, saja memoetoeskan oentoek mengadjak Najla. Selain ia beloem pernah ke sana, saja djoega ingin mewoedjoedkan keinginannja jang sampai sebesar ini, beloem pernah merasakan naik kereta api ataoe kereta listrik.
Dipintain angpaw kok Noni-nya malah nyengir sih?

Poekoel 09.00 pagi kami soedah tiba di Stasioen Bekasi. Sambil menoenggoe teman jang lain, saja
mengobok-obok lapak koran jang menggelar dagangannja di area tangga dekat loket kereta. Mimpi menakloekkan media tjetak memang sedang meradja di benak saja. Djadi, saja beroesaha mengoelik tiap media dan djenis toelisan jang biasa dimoeat di sana.

@Kota Toea(ka-ki) Mba Tari, Teteh, and The Goceng Man :p

Tepat poekoel 09.35 WIB kereta djoeroesan Kota jang ditoenggoe-toenggoe akhirnja tiba. Betapa senangnja Najla merasakan sensasi pertama naik kereta.

@Stasioen Kota
Satoe djam kemoedian, kami tiba di toedjoean. Tak loepa sebeloem keloear Stasioen Kota, kami membeli tiket poelang kembali ke Bekasi. Antisipasi biar poelang nanti tak perloe antri di loket lagi. Makloem, katanja Bekasi kan boekan di boemi, hihihi...

Hm, daripada moeloet Anda djadi menjang-menjong dan lidah kedjang-kedjang membatjanja, lebih baik saja akhiri sadja tjeritanja  ja? Hehehe...

Cik Pus, 01 Desember 2014

Komentar

  1. Aih, ngeja benar saya dengan ejaan 'toea' :)

    BalasHapus
  2. hahaha...maaf ya mbak Kayla, udah dibikin menyang-menyong gegara tulisan ini...

    BalasHapus

Posting Komentar

Komen aja, jangan malu-malu! ^_^

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik