Selendang Mayang

Ada satu makanan khas Betawi yang saya cicipi saat travel writing ke Kota Tua kemarin. Namanya unik. Seunik penampilannya. Selendang Mayang. Awalnya dari kejauhan saya pikir itu es buah karena warnanya tiga macam; hijau dan putih dan merah muda.


Daripada penasaran akhirnya saya membeli dua porsi. Sambil tak lupa bertanya-tanya pada
penjualnya. Rupanya selendang mayang ini adalah sejenis cendol. Bedanya ini terbuat dari tepung hunkwe dan sagu yang diambil khusus dari pohon kolang-kaling. Diberi es batu, air gula aren, dan siraman santan nan gurih. Hm, sedaaap!


Tapi kenapa harus diberi nama Selendang Mayang? Saat dalam perjalanan pulang menuju Stasiun Kota, teman saya menjawab. Katanya karena warnanya mengingatkan pada selendang perempuan Betawi jaman dulu. Ooo...

Sama dengan cendol, aslinya resep jajanan jadul yang nikmat disantap saat udara panas ini terbuat dari tepung beras. Karena alasan lebih efisien, penjual kini menggantinya dengan tepung hun kwe dan sagu kolang-kaling tadi. 

Makanan asli Betawi tapi sudah mulai langka dijual orang. Saking langkanya saya harus jauh-jauh ke Kota Tua untuk mencicipinya. Seba, saya belum pernah menemukan ada yang menjual Selendang Mayang di Cikarang. Atau barangkali saya yang kurang eksplore kali ya? Entahlah...

CikPus, 02 Desember 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik