Lapis Bogor vs Lapis Sambas

Iya, saya merasa tertipu. Apa yang saya lihat dan bayangkan tak seperti yang saya makan. Rasanya tak seunik namanya.

Sudah lama saya ingin mencicipi kue yang satu ini. Berkat godaan teman yang sering memajang makanan ini sebagai display picture Blackberry Messsenger-nya. Maklum teman saya ini tukang
jualan makanan. Jadi setiap hari saya dibuat ngiler dengan aneka makanan yang ia jual. Ada donat, kebab, pancake durian, yogurt, dan terakhir dan membuat saya penasaran adalah kue Lapis Talas Bogor.

Kue lapis? Saya langsung teringat kue lapis Sambas yang sangat manis dan lembut itu. Dan lapis ini bahan bakunya dari talas. Pasti unik sekali rasanya.

Tuhan tak tega melihat saya ngiler lama-lama. Sepulang event tour ke Puncak selama dua hari, suami pulang dengan sekotak lapis talas Bogor di tangan. Cihuy! Akhirnya kesampaian juga makan panganan yang satu ini.

Tapi saat dicicipi, saya langsung ilfil. Ternyata yang mereka sebut kue lapis talas itu adalah seperti bolu kentang kukus belang ungu dan kuning ditaburi parutan keju dan krim mentega di atasnya. Lidah saya tak bisa mendeteksi rasa talas dalam adonannya.

Meski enak, jujur saya agak kecewa. Karena ekspektasi saya lebih jauh dari ini. Paling tidak saya berharap akan menemukan rasa inovatif seperti dalam bayangan selama ini, sesuai dengan nama yang disematkan; kue lapis. Minimal mampu menyaingi kelezatan kue lapis dari daerah saya sendiri, lapis Sambas.

Meski kecewa, kejadian ini lumayan mengobati penasaran dan menangkal air liur saya terbit lagi ketika melihat display picture BBM teman saya tadi. :p

Jadi Lapis Bogor versus Lapis Sambas? Menang Lapis Sambas laaaaahh....:p 

CikPus, 05 Desember 2014

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik