Bye-bye Celana Jeans

Saat gadis pakaian kebesaran saya adalah celana panjang jeans. Hampir segala merk jeans pernah dicoba. Dari yang murahan beli di pasar Tanah Abang seharga 35 ribu rupiah hingga yang bermerk hasil mengobok-obok department store terkenal yang sedang double discount padahal harganya sudah dinaikkan jadi selangit! Beuuhh...>_<
Celana jeans butut, mau??? :p

Hobi pakai jeans masih berlanjut setelah menikah. Bahkan saat hamil 7 bulan saja, saya masih bisa
memakai jeans yang biasa dipakai ketika masih lajang. Ketika hamil, tubuh saya memang tak terlalu melar.

Setelah melahirkan hingga beberapa  tahun terakhir saya masih suka pakai celana jeans. Meski frekuensinya sangat jarang.

Belakangan ini, entah kenapa suami mulai melarang saya memakai bawahan celana baik jeans, katun apalagi legging ke luar rumah.

Wow, ini sebuah kemajuan! Selama ini suami termasuk tipe easy going, gak saklek, baju apa saja oke asalkan sopan dan menutup aurat.

Bagi saya ini merupakan salah satu hidayah. Di saat saya ingin sekali mengoleksi gamis sebagai alternatif  selain atasan dan rok atau atasan plus celana bahan sebagai pakaian sehari-hari, tiba-tiba suami mengeluarkan aturan tsb.

Koleksi gamis yang saya punya biasanya untuk pengajian dan pergi-pergi saja.

Semoga ini awal yang baik agar ke depannya saya bisa berpakaian lebih islami dan syar'i. Aamiin!

Terima kasih ya my hubby, larangannya secara tidak langsung menambah koleksi gamis saya di lemari! 
Jadi? Yuk mari, kita ngutang gamis lagi, hihihi ˆ ⌣ ˆ

Cikpus, 10 Desember 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik