Dulu dan Kini

Saat masih pengantin baru, mau buang angin di depan pasangan saja malu-malu. Kini 10 tahun berlalu, suami malah terang-terangan memproklamirkan 'perang udara' secara terbuka. Apalagi di pagi hari. Jika resonansinya bagus, thunder morning suami bisa terdengar hingga ke seluruh penjuru rumah kami.  Haddeuuhh...

Dulu saat ketahuan ngiler ketika bangun tidur, malunya minta ampun. Sekarang, kedapatan ngiler, kami malah adu cepat menyelamatkan bantal, tangan atau baju yang--jika tidak diungsikan--bakal digunakan untuk ngelap iler yang menggenang. Jiaah....dasar jorki couple! Hahaha...

Dulu saya bertubuh junkies. Kerempeng kata orang. Namun sejak menikah dengannya--terutama setelah melahirkan Nayla--perlahan tapi pasti jemari saya mengalami obesitas semua. Tak cuma jari tapi juga paha, perut, pinggul dan lengan. Akibatnya cincin kawin yang saat ia pasang pertama kali harus ditaruh di jari tengah kanan karena kebesaran, kini sudah sesak tak muat lagi meski dipasang di jari manis tangan kiri. Belum lagi bentuk tubuh saya yang sukses ia sulap dari angka satu jadi angka delapan.

Dulu balasan  SMS-nya seringkali kaku. Hemat kata. Disingkat-singkat pula. Sekarang pun masih tetap begitu sih! Cuma agak lumayanlah, ada tambahan kata 'sayang' atau 'honey' sebagai kata pembukanya.

Dulu kalau ia pulang telat saya gundah. Sekarang, malah kesenangan. Itu artinya ia memberi saya waktu lebih lama untuk berasyik-masyuk dengan lepi kesayangan.

Dulu kalau berangkat dan pulang kerja cukup cium tangan. Sekarang itu tak berlaku lagi. Terutama sejak Nayla, hansip cilik kami mulai rajin meng-intervensi setiap kali melihat ayahnya akan berangkat kerja.

"Cium kening Bunda dulu!"

"Pipinya juga, Ayah!"

"Kissing-nya belom!" sambil menutup mata dengan kedua tangannya. Ah, Nayla! Dia benar-benar perekat cinta kami.

Dulu dan sekarang. Banyak perbedaan.

Banyak yang berubah. Termasuk cinta yang bertambah.

Insya Allah. 

Happy 10th anniversary, my hubby ^_^

CikPus, 20 November 2014


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik