Diriku Tak Semanis Dulu!

Eittts, jangan monyong dulu bibirnya gegara mencibir judul postingan ini! Sok manis banget, kecakepan, huh...! Mungkin ada yang bergumam begitu. Hm, nanti dulu ya emak-emak, baca sampai selesai dulu baru boleh komen, ok? :p

Setelah lama tinggal di Pulau Jawa, saya mulai menyadari  ada beberapa kebiasaan yang sedikit banyak telah mengalami perubahan. Terutama dalam hal selera maupun kebiasaan makan.

Sejak kecil saat masih tinggal bersama ibu, sarapan pagi biasa dimulai dengan segelas kopi. Kopi
hitam, kadang kopi susu jika bosan. Lalu ibu biasa membeli penganan yang dijajakan dengan berteriak-teriak oleh penjualnya yang melintas di depan rumah. Aneka juadah yang hampir semua bercita rasa manis adanya. Kadang ibu membuat sendiri jika tak repot. Atau sarapan dengan nasi goreng sesekali.

Kini, saya tak pernah lagi minum kopi. Entah kenapa, setelah meminumnya tingkah saya seperti orang masuk angin. Sepertinya lambung saya tak bisa bersahabat dengan kopi. 

Sarapan dengan juadah manis pun telah lama tak saya lakoni. Saya sudah ketularan suami. Kurang doyan dengan makanan manis. Kalau sesekali bolehlah. Itu juga bukan kue, tapi ketoprak.  Lebih sering sarapan nasi uduk. Sarapan terfavorit kami.

Makan manisan, minum sirup, limun, sofdrink, sudah hilang dari daftar kebiasaan. Kecuali saat lebaran. Sesekali 'meracuni' diri sendiri, tak apalah.

Jadi intinya saya kini bukankah penyuka makanan manis lagi. Ngilu di gigi juga menjadi faktor penyebabnya. Meski kadang nekat ngemil es krim atau sebatang coklat. Mungkin itulah sebabnya di usia sekarang ini saya sudah tak semanis dulu, hehehe...#tetep maksa ngaku manis

#Curcol Sabtu, 29 Nov 2014



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik