BB vs Android



Banyak teman yang mulai mempertanyakan kesetiaan saya menggunakan gadget yang satu ini, Blackberry. Saat bertemu teman baru atau teman lama yang sudah jarang bertemu, pasti mereka meminta pin BB. Saat mereka dengan bangga mengeluarkan android terbaru berikut pin android miliknya, saya dengan keyakinan tinggi masih bangga memberikan pin asli dari Blackberry. Yang bagi sebagian orang, merupakan jenis ponsel yang sudah uzur alias sudah tak bisa mengikuti perkembangan zaman.

Well, bagi mereka yang aktif surfing berita online atau aktif di  media sosial, smartphone ini memang
bukan pilihan. Tak perlu jauh-jauh, bahkan suami saya sendiri sudah dua kali mengganti gadget androidnya demi keperluan ini. Dan saya bergeming masih setia menimang BB Curve 9220 yang akhir-akhir ini makin sering memamerkan kelemotannya. Selalu muncul jam gadang, arrrggghhh...!

Sebenarnya hanya satu alasan yang membuat saya bertahan menggunakannya. Jika mengganti ponsel dengan android touch screen, alamat saya tak bisa mengetik ide yang tiba-tiba muncul di kepala. Mencoba mengetik pesan cepat di layar sentuh saja sudah sangat belepotan. Apalagi jika harus mengetik ide yang kadang datang dengan kalimat yang menderas bak aliran Sungai Sambas setelah hujan, kencaaaaaaang!

Jadi, untuk sementara ini saya sudah cukup berpuas hati memiliki BB lemot naudzubillah ini. Belum terpikir untuk membuatnya pensiun dini selama saya masih bisa mengetik dan mengedit  naskah di sana. Meski saya harus menutup telinga saat kontak BBM mulai sebal karena saat mengirim pesan pada saya, sering disuguhkan tanda centang bahkan tanda silang, hehehe..

CikPus, 08 November 14

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik