SMS Penipuan, Sampai Kapan?


Suatu hari saya mendapat SMS yang bunyinya begini:

"Nasabah Yth, harap ke kantor. Rekening tabungan Anda ERROR dan harus dimonitor ulang agar bisa digunakan kembali. Sebelum ke kantor, harap hubungi Bapak Aditya dulu di nomor 081222745547." Nomor pengirimnya 08562110042.

Mungkin SMS di atas adalah modifikasi SMS serupa yang menyertakan nama bank tertentu. Karena tanpa nama bank, sekilas SMS di atas terkesan sangat penting dan benar adanya.

 

Sebelumnya saya sering mendapatkan SMS serupa. Tahu-tahu disuruh transfer ke rekening si fulan.
Atau disuruh bayar uang muka rumah kontrakan atau tanah. Kadang juga tanpa alasan jelas saya ditelepon seseorang dan disuruh ke ATM terdekat untuk mengecek pencairan dana hadiah undian dari provider ini dan itu.

Dan yang paling top tentu saja SMS 'Mama minta pulsa' itu. Kadang saya hampir tertipu juga kalau tak teliti sebab saya jualan pulsa. Hampir semua transaksi dilakukan lewat SMS. Jadi jika ada pesan masuk mencurigakan misalnya pesan singkat lewat nomor yang tak dikenal, kerap saya abaikan. Padahal itu benar dari orang yang memang berlangganan beli pulsa ke rumah.

Dulu sih saya rajin melaporkan ke nomor pengaduan. Tapi lama-lama pegal juga ya! (nyontek iklan koyo :p)

Tapi herannya, saya tak pernah mendapat SMS nakal yang bunyinya begini," Aku janda kesepian. Butuh teman bicara, atau kalau cocok bisa jadi teman kencan. Telepon aku di nomor ini ya 080945467678!"

Dan SMS itu tak cuma sekali. Parahnya saya menemukan pesan beginian sering masuk ke nomor suami. Hm, gawat nih! Bahkan penipu ini juga bisa membedakan mana nomor yang pemiliknya lelaki atau perempuan!

Hegar Asri, 10 Oktober 2014

  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik