Seblak Ceker

Seblak ceker. Itu menu yang baru saja saya dapatkan dari seorang teman KBM dari Bandung, Eva Mustopa. Saya tak tahu persis, kenapa dinamakan seblak ceker. Mungkin karena pedasnya yang membakar lidah. Meski tetap saja tak kapok jika disuruh mencicipi kembali.
foto dok. Liyan Nisa
Awalnya saya pikir seblak ceker ini adalah olahan ceker ayam yang dimasak dengan campuran seblak. Seblak kalau di Cikarang adalah sebutan untuk kerupuk super pedas yang berwarna putih
dengan tampilan biji cabai yang memenuhi sekujur bagian kerupuknya. Enak untuk teman makan nasi goreng atau mie instant karena pedasnya benar-benar nendang.

Ternyata seblak ceker ini adalah ceker ayam yang dimasak dengan bumbu dasar yang dihaluskan tapi dibuat pedas dengan ulekan cabe merah pedas dan taburan daun kemangi. Tak begitu rumit. Tapi sampai sekarang kelezatannya masih terbayang dalam ingatan.

Saya belum sempat membuat sendiri. Di tukang sayur sering tak berjodoh dengan ceker ayam. Selain itu, selama menikah saya juga tidak pernah sekalipun menghidangkan menu pure ceker ayam doang tanpa dagingnya sebagai lauk untuk anak dan suami. Entahlah, rasanya kurang sreg aja kalau ceker dijadikan teman makan nasi. Lebih enak dicemil, hehehe...

Buat yang bosan makan daging ayam, ada baiknya menu seblak ceker ini dicoba di dapur Anda! Tapi kalau mencret itu di luar tanggung jawab saya ya? :p

Hegar Asri, 8 Oktober 2014 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Memblokir Teman dan Memutus Silaturahim

Bayi-bayi yang Disulap Menjadi Keripik